Ketika Lampu Indikator Menyala

Sudah beberapa hari lampu indikator radiator menyala merah. Itu pertanda panas mesin sudah melewati batas normal. Jika perjalanan jarak pendek memang tidak terasa atau tidak menyala. Tapi jika agak jauh maka secara otomatis akan menyala merah.

Tanpa ada rasa curiga pada kerusakan di instalasi pendingin, jadi hanya menambahkan air radiator saja. Beberapa hari berjalan normal tapi di hari hari berikutnya lampu indikator menyala lagi. Masih perpikiran positif, bisa jadi memang rusak. Karena memang motor tua generasi pertama matic.

Tapi hari ini ternyata lain cerita. Bisa jadi panas melebihi ambang batas jadi kuda besi yang biasanya lancar menembus ramainya lalulintas harus ngambek tak mau melaju.

Mau diopname di bengkel ternyata bengkel sebelah tutup. Jadilah mengoperasi kuda besi yang selalu seria menemani kemanapun pergi.

Diagnosa layaknya dokter, mulai dari mesin, pengapian hingga ke pendinginan. Ternyata pipa masuk air di radiator yang dari mesin putus karena lapuk dimakan usia. Putar otak sepersekian detik akhirnya ada solusi tanoa harus mengganti radiator.

Yaitu dengan menyambung dengan pipa besi. Dalam angan, penyambungan tersebut dijamin kuat. Sedangkan peralatan yang diperlukan, hand taps ukuran M 12X1, pipa besi dengan ukuran panjang 2,5 cm dengan diameter 14 mm sepanjang 2 cm dan diyjungnya drat dengan diameter sesuau hand taps yaitu M 12X1. Untuk pipa ini bisa pesan ke tukang bubut. Kebetulan di rumah ada mesin bubut tinggal dioperasikan sendiri.

Untuk pemasangan pipa sambung dibantu dengan lem besi.

Jadilah, dan radiator siap untuk dipasang kembali. Biasanya untuk tips perbengkelan biasa di upload di blog bengkel, tapi untuk hari ini biarlah ada di sini.

Tips-tips yang lain ada di bengkelbangun.com.

Share:

Perlukah Vaksin Covid-19 Pada Anak-Anak ?



Jumat [21/01/22] jadwal vaksinasi Covid-19 untuk anak 6 - 11 tahun di sekolah dimana sang anak juga mengikuti kegiatan vaksinasi tersebut. Vaksinasi terlaksana atas dasar ijin dari orang tua, dimana pada usia tersebut masih dalam pengawasan atau tanggung jawab orang tua.

Pemahaman akan pentingnya vaksinasi tidak saja pada Covid-19 tertanam kuat, hingga pada pemberian vaksin untuk Covid-19 tidak ada kendala. Tidak memerlukan waktu lama dalam proses registrasi sampai tahap penyuntikan. Yang pada akhirnya berjalan lancar, dan pasca vaksin juga tidak ada keluhan seperti yang diharapkan.

"Dari mana?" tanya seorang teman. 

Pertanyaan tersebut diajukan seorang teman yang sedang duduk-duduk di teras rumah ketika kami baru pulang vaksin.

"Dampingi Thole vaksin,"

"Lo... ko dikasih?"

"Ga apa-apa"

"Kalau anakku ga kukasih vaksin, karena sampai sekarang pemerintah tidak bisa menerangkan tentang vaksin tersebut," jelasnya. Sampai disini saya paham akan arah pembicaraan.

Jadi apa pentingnya vaksinasi bagi tubuh kita ? 
 
Tubuh punya kekuatan dalam melawan penyakit, saat tubuh mengenal penyakit tubuh akan berupaya membentuk sistem kekebalan untuk melawan suatu penyakit. Karena vaksin itu terbuat dari virus atau bakteri yang sudah dilemahkan, yang fungsinya membuat badan kita jadi kenal lalu jadi kebal untuk melawan penyakit tersebut. 
 
Terkait vaksin untuk Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun, resmi dimulai Selasa (14/12/21). Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyaksikan langsung vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun yang dilaksanakan perdana di SDN 01 Depok, Jawa Barat.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan bahwa vaksinasi anak usia 6-11 tahun merupakan langkah positif dari pemerintah dalam rangka melindungi anak dari Covid-19. Selain itu, untuk meningkatkan rasa percaya diri orang tua ketika anak akan memulai pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Vaksin ini sudah mendapatkan status EUA dari BPOM dan BPOM sudah mengkaji sudah sangat lama. Bahkan izin ini sudah dikeluarkan BPOM jauh-jauh hari, jadi insya Allah aman,” tandas Menko PMK.

"Vaksinasi ini penting karena anak merupakan mata rantai dari herd immunity. Karena kalau anak-anak ini sudah divaksin, terlindungi, maka kakek neneknya, yang dekat dengan yang bersangkutan, yang usia lanjut juga lebih aman. Apalagi kalau kakek neneknya itu sudah divaksin tentu saja jauh lebih aman,” pungkas Muhadjir.

Manfaat menerima vaksin Covid-19 antara lain:

1. Merangsang sistem kekebalan tubuh

Vaksin terdiri dari berbagai produk biologi dan bagian dari virus yang sudah dilemahkan dan disuntikkan ke dalam manusia. Proses ini akan merangsang timbulnya imun atau daya tahan tubuh seseorang.

2. Mengurangi risiko penularan tubuh

Seseorang yang telah disuntikkan vaksin akan merangsang antibodi untuk belajar dan mengenali virus yang telah dilemahkan tersebut. Dengan demikian tubuh akan mengenal vurs dan mengurangi risiko terpapar.

3. Mengurangi dampak berat dari virus

Dengan kondisi kekebalan tubuh yang telah mengenali virus, maka jika sistem imun seseorang kalah dan kemudian terpapar maka dampak atau gejala dari virus tersebut akan mengalami pelemahan.

Anggota Satgas Imunisasi IDAI (Ikatan Dokter Indonesia), Cissy RS Prawira Kartasasmita, pada keterangan pers dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, Selasa (21/12/2021) mengatakan bahwa meskipun bergejala ringan jika terkena virus, namun anak-anak rentang usia tersebut tetap harus mendapat perhatian. Hal ini karena gejala bisa memberat dan berdampak serius. Karena itu, vaksinasi untuk anak 6-11 tahun tetap dipandang perlu.
 
Tentang keamanan vaksin, Cissy menyatakan, vaksin anak-anak aman karena sudah melalui tahapan uji klinis sama halnya dengan vaksin untuk dewasa. “Vaksin untuk anak usia 6-11 tahun sudah mendapat izin penggunaan darurat dari Badan POM, yaitu vaksin Sinovac. Hal ini tentunya sudah memenuhi kriteria aman dan berkhasiat,” tegasnya.

Selain itu, vaksin ini sudah memenuhi berbagai tingkat penelitian dan pemakaian jutaan dosis di semua kelompok usia. ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) sudah merekomendasikan vaksin Sinovac untuk anak 6-11 tahun.

Jadi apa lagi yang diragukan ? Keputusan pemerintah adalah yang terbaik untuk seluruh lapisan masyarakat.

Referensi:

https://dinkes.pacitankab.go.id/apa-itu-vaksinasi-dan-fungsinya-terhadap-tubuh/
https://www.kemenkopmk.go.id/vaksinasi-covid-19-anak-usia-6-11-tahun-resmi-dimulai
https://edukasi.kompas.com/read/2021/12/20/150400671/manfaat-menerima-vaksin-covid-19-anak-6-11-tahun-siswa-perlu-tahu?page=all
https://kominfo.go.id/content/detail/39383/vaksin-covid-19-untuk-anak-aman/0/virus_corona

Share:

Perjuangan Belum Berakhir

Entah berapa tahun yang lalu, tapi yang kuingat sebelum pandemi covid melanda. Di sebuah pengajian sang penceramah menerangkan bahwa orang tua sangat ikhlas jika tersaingi oleh putra-putrinya. Karena keberhasilan putra dan putri kita adalah sebuah kebanggaan para orang tua. Jadi tak salah jika sang penceramah berkesimpulan seperti tersebut. 


Seperti halnya hari ini, monentum yang sangat mendalam makna yang tersirat dari kisah perjalanan anak manusia. Meski usia sangat belia namun segudang prestasi sudah dikantongi. Hari ini sejarah mencatat, meski bukan best of the best tapi perjuangan mencapai 20 besar bukan hal yang mudah. Bersaing dengan lebih dari 400 para santriwan santriwati seluruh TPA di Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan perjuangan yang penuh tantangan, penuh perjuangan dengan cucuran peluh yang selalu mengalir sebagai saksi.

Hari ini, pada wisuda santri ke XX Goes Junior mendapat predikat 22 terbaik. 

Selamat.....
Share:

Bahayanya Tali Layangan

Kupacu laju matic yang aku kendarai dengan santai, perjalanan 3 km bukanlah jarak yang aku anggap jauh karena sebagai rutinitas yang harus dijalani. Jadi terbiasa dengan jarak tempuh yang dilalui. Antar jemput si bungsu yang sedang menjalani penggodokan dalam menimba ilmu agama.

Tanpa diduga ada layangan putus yang jatuh di atas kepala.

"Pa ada layangan putus," kata si bungsu sambil menunjuk ke atas.

"Iya maukah? ambil turun dari motor," sahutku.

"Papa ja." Ternyata si bungsu tidak begitu berminat untuk mengambil layangan, karena masih tetap duduk di jok matic.

"Ya sudah Papa aja yang ambil, sekalian menyimpun tali," jawabku ke si bungsu.

Akupun turun untuk ambil layangan yang melintang di atas jalan raya. Tali yang melintang inilah yang sangat membahayakan pengendaraan lain. Begitu aku ambil tali yang melintang di atas jalan raya, tiba tiba ada pengendara sepeda motor yang menggeber kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Spontan kulepas lagi layangan yang sudah di tangan. Kulepas agar tidak membahayakan pengendara tersebut. Karena jika masih ditahan bisa saja tali menyayat sang pengendaraa tersebut.

Tapi untungnya tali tersebut keburu turun hingga terlindas roda si pengendara. Bisa dibayangkan jika posisi tali layangan {gelasan} ada di posisi atas bisa berakibat fatal...

"Pak awas talinya terkena orang," teriak inu-ibu yang melihat kejadian tadi.

"Iya Bu, ini di simpun dulu biar aman," sahutku membalas kekhawatiran si ibu.

Akhirnya setelah beberapa lama aku mengamankan tali layangan tersebut, kendaraan yang dari tadi antri bisa berjalan lanvcar kembali tanpa halangan tali layangan yang menghalangi jalan.

Tali layangan yang notabene gelasan memang cukup tajam, untuk ukuran kulit manusia angat rawan dan berbahaya. Ada kejadian seorang yang tanpa sengaja menabrak tali layangan di jalan terkena kaki bisa membuat kulit kaki sobek dan membengkak. Demikian juga jika terkena kabel listrik, bisa terputus akibat gesekan tali tersebut. Hal ini pernah kejadian untuk kabel listrik di rumah yang putus. Informasi dari pegawai PLN yang membetulkan kabel tersebut, bahwa bisa jadi kabel yang putus itu akibat gesekan tali layangan {gelasan}.

Jadi jangan anggap remeh tali yang kelihatan sepele. Tali layangan.........
Share:

Terlupa

Kita bisa mengatakan bahwa sehat adalah anugerah yang tiada tara nikmatnya jika kita telah diberi sakit. Bukan suatu ungkapan yang bijak jika saya katakan bahwa sehat adalah rezeki yang tiada tara nikmatnya.

Berawal dari Hari Raya Idul Adha. Seperti biasa aku diperbantukan untuk menjadi panitia pemotongan hewan qurban di Mushalla Al Munawarrah.

Dengan jam terbang yang sudah lumayan lama dalam menguliti sapi dan menyayat daging, tidak terasa aku dapat 2 sapi dalam menguliti. Memang tidak sendiri tapi dengan beberapa tenaga lainnya juga.

Selesai menunaikan tugas, baru terasa bahwa badan agak melayang. Kurebahkan di teras Mushalla sambil menunggu yang lain menyelesaikan sisa-sisa pekerjaan yang tinggal merapikan.

Tidak tahan dengan keadaan maka sepulang dari Mushalla Al Munawarrah aku berebah di lantai dua dwngan semilirnya kipas angin yang kuhidupi.

Sampai pada akhirnya 2 hari setelah Hari Raya Idul Adha aku hanya bisa terbaring tanpa bisa melakukan kegiatan apa apa.

Pada hari ke 3 atau Jumat aku mulai bisa melakukan kegiatan. Tapi karena hari Jumat jadi antar jemput mengaji libur.

Kejadian yang tiada terbayangkan sebelumnya bahwa pada hari kamis 29 Juli 2021, seperti biasa antar jemput si bungsu mengaji yang jaraknya dari rumah 3 km. Jarak yang lumayan jauh jika ditempuh dengan badan masih belum fit.

Giliran jemput pada pukul 16.50 WIB, tapi waktu itu masih 16 30 WIB ada masih ada waktu 20 menit untuk melemaskan badan.

Aku terbangun ketika hari sudah gelap, waktu juga sudah menunjukan 18.05 WIB. Aku bingung, sudahkah si bungsu di jemput ? Kucari si bungsu ditempat-tempat yang biasa tempat nge-game.

Tapi aku baru sadar, aku belum menjemputnya, sementara hari sudah malam. Tanpa pikir panjang kupacu kuda besi dengan kecepatan ekstra, menjemput si bungsu yang terlupa.

Alhamdulillah sampai tujuan si bungsu masih menunggu dengan wajah polosnya.
Share:

Tips Menulis Dikala Sibuk

Jika kegiatan menulis sudah mendarah daging, apapun bisa dijadikan ide menulis. Ketika sedang beraktifitas, tiba-tiba terbersit ide muncul untuk ditulis, tidak mungkin untuk menunda ditulis di rumah melalui laptop. Karena bukan tidak mungkin ide tersebut akan menguap hilang ditelan lupa.

Alternatif yang mudah dan bisa dipakai adalah dengan menyiapkan buku atau alat tulis manual. Tetapi cara ini masih tergolong merepotkan, perlu tempat untuk membawa buku dan alat tulis. Sanggupkah kita akan tetap membawa alat tulis disetiap saat ?

Di samping hal yang tergolong merepotkan, alternatif dengan menyiapkan buku juga mempunyai titik kelemahan, yaitu dua kali kita menulis. Pertama kita menulis di buku dan yang kedua kita menyalin dari buku ke laptop.

Jadi bagaimana tips menulis yang praktis dan efisien ?

Kita berasumsi bahwa kita sudah punya HP /smartphone yang sudah suport dengan internet dan google. Kita bisa saja menulis di aplikasi word di hp kita masing masing. Cara inipun masih ada proses pemindahan ke laptop untuk tahap fhinising. Entah melalui apa dan bagaimana sesuai dengan kemampuan. Bisa secara manual maupun via email.
 
Di sini kita akan menulis dengan alternatif yang praktis dan simpel. Yaitu dengan menulis di blog. Ko bisa ?

Ya, dengan menulis di blog, di manapun kita memerlukannya tinggal terhubung ke internet. Kita bisa mengakses di manapun berada, di rumah di kantor atau di warnet sekalipun kita bisa aksea. Tinggal kita buka blog tersebut, tinggal oprek. Apa itu mau di copy ke word di laptop ataupun mau finising atau bahkan di terbitkan tak masalah.

Sepanjang masih bisa koneksi di internet, cara tersebut akan praktis ditindaklanjuti.

Berani coba ?

Kalau di blog kan bisa dilihat orang ?

Ya galah...

Kita bisa setting hanya kita yang bisa melihat dan jangan diakses oleh mesin pencari.

Aman deh....

Bagus Sugiarto
Sampit 13072021
Share:

Fans Page