Pakai Yang Ini Pa | Kinemaster Tanpa Watermark

Untuk urusan edit-edit video lewat PC / Laptop memang sudah bukan hal yang baru. Berbagai video dokumentasi bisa sekali duduk untuk edit ringan dan itu sudah hal yanh biasa.

Namun dengan berjalannya waktu, tidak semua edit video harus duduk serius di depan PC, untuk video ringan dengan durasi pendek tidak ada salahnya diedit dengan smartphone berbasis android. Hal ini bisa dilakukan sambil lalu atau senggang disaat aktivitas.

Kinemaster sebagai pilihan, setelah didownload dan instal, putra kedua yang berumur 10 tahun datang.

"Ko pakai itu Pa?"

"Emang kenapa"

"Kalau pakai itu ada watermarknya." Watermark berfungsi sebagai fungsi utama untuk melindungi sebuah hasil karya atau konten, dengan demikian pihak lain tidak bisa untuk mengklaim atau dicuri pihak lain.

"Memang ada yang ga ada watermarknya?"

"Ada"

Tak lama dikirimkanlah link untuk download kinemaster yang tanpa watermark. Link

"Itu Pa, sudah dikirim linknya"

Setelah didownload dan edit-edit, benar juga hasil tanpa watermark.

Good job.

Walau baru menginak usia 10 tahun "Bagus Junior" memang sudah menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Mau kepoin Youtubenya ? Silakan mampir di  https://youtube.com/channel/UC5H7CQTZCopT5Phcx00lpvQ

 

Share:

Shalawat Tibbil Qulub

 

Majelis As safrina, wadah perkumpulan
Para pemuda pemudi di akhir zaman
Jangan kau abaikan dzikir juga shalawatan
Tuhan semua ciptaan dan nabi akhir jaman
Tuhan semua ciptaan dan nabi akhir jaman

Muhammad namanya nabi kecintaan
Diutus ke dunia untuk jalan kebaikan
Wajahnya rupawan bagaikan purnama malam
Yang menyinari di setiap kegelapan
Yang menyinari di setiap kegelapan

Tanamkan di hati cinta yang abadi
Karena lah sang habibi beri safaat nanti
Ahmad yang mulia raut wajah yang purnama
Pancarkan cahaya dan hapuskan air mata
Pancarkan cahaya dan hapuskan air mata
Share:

Aku Ingin Hafidz Quran

Kuputuskan satu impian
Aku ingin jadi hafidz quran
Kuakan bertahan walau sulit melelahkan
Allah beri aku kekuatan

*
Kuimpikan sepasang mahkota
Tuk berikan di akhirat kelak
Sebagai pertanda bahwa kau sangat kucinta
Aku cinta engkau karena Allah

**
Kucinta umi kucinta abi
Kuharap doamu slalu dalam hati
Kucinta umi kucinta ubi
Kuharap bersama di surgaNya nanti

Kembali ke * & **
Kembali ke **

***
I Love You Umi I Love You Abi
I Love My Family
Forever In My Heart

Kembali ke ***

Kuputuskan satu impian
Aku ingin jadi hafidz quran


Share:

Teks Syair Surga Tak Di Kenal


Setulus hatiku memohon kepadamu
Engkaulah Robbi tempatku untuk mengadu
Ampunilah.. Dosa hamba… Kabulkanlah.. yang ku pinta

* Setulus hatiku memohon kepadamu 
   Engkaulah Robbi tempatku untuk mengadu 
   Ampunilah.. dosa hamba.. Kabulkanlah.. yang ku Pinta

Kini rasanya ku menyesal... Menjalani hidup yang gagal...
Bila ku mati tanpa bekal... Mungkinkah surga tak ku kenal...
Dengarkanlah.. Oh Tuhan ku.. Aku pasrah.. Akan Takdir-Mu..

Ulang ke *

Ampunilah semua dosaku..Juga dosa Ayah dan Ibu...
Izinkan aku menyebut-Mu..Di akhir hembusan nafasku...
Berikan... Sisa waktu..Tuk melangkah... Di jalan-Mu...

Ulang ke *

Ya Allah Kau pemberi rahmat... Kabulkan apa yang ku harap...
Manisnya dunia yang sesaat.. Membawa ke jalan yang sesat...
Luruskanlah... Langkah ini..Padamulah... ku Kembali..

Ulang ke *

Ya Allah Kau pemberi rahmat..Kabulkan apa yang ku harap..
Manisnya dunia yang sesaat..Membawa ke jalan yang sesat..
Luruskanlah.. Langkah ini..Padamulah.. ku mengabdi..

Ulang ke *
Share:

Mengenal Kata Sandang Si dan Sang

Dalam pemakaian kata sandang di dalam bahasa Indonesia, kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Misalnya:

Surat itu dikembalikan kepada si pengirim.
Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli.
Ibu itu menghadiahi sang suami kemeja batik.
Sang adik mematuhi nasihat sang kakak.
Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil.
Dalam cerita itu si Buta berhasil menolong kekasihnya.

Catatan:

Huruf awal sang ditulis dengan huruf kapital jika sang merupakan unsur nama Tuhan.

Misalnya:

Kita harus berserah diri kepada Sang Pencipta.
Pura dibangun oleh umat Hindu untuk memuja Sang Hyang Widhi Wasa.

Sumber: Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Cet ke 4 th 2016
Share:

10 Perbedaan Pendapat Mengenai Shalawat

Al-Qur’ān menjelaskan dalam surat Al-Aḥzab ayat ke-57:

“Sesungguhnya Allāh dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi ini. Hai orang-orang mukmin, mohonkanlah shalawat untuknya dan berilah selalu salam baginya.” 

Pada kata Sholluu alaihi secara jelas berarti perintah agar kita bershalawat kepada Yang Mulia Rasulullah SAW. Dan bagaimana kita bershalawat ??

Terdapat 10 perbedaan pendapat dalam masalah ini yang akan saya uraikan satu persatu:

  1. Hukumnya sunah,
    Pendapat ini dikemukakan oleh Ibnu Jarir ath Thabari yang menurutnya sudah disepakati oleh para ulama pada zamanny
  2. Wajib sekali sepanjang hidup
    Pendapat ini dikemukakan oleh Al Qurthubi. Pendapat ini juga nampaknya disepakati oleh ulama-ulama mahzab Malik
  3. Wajib bagi setiap muslim
    Pendapat ini di kemuakakan oleh Ibnu Abd Al Bad
  4. Wajib hukumnya minimal sekali seumur hidup
    Berbeda dengan pendapat dari Al Qurtubi, jika pendapat ini sedikitnya sekali seumur hidup seperti halnya Kalimat Tauhid. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Mali
  5. Wajib dalam Tasyahu
  6. Wajib setiap kali mendirikan shalat
    Dari kalangan Hambali memasukan shalawat ini dalam rangkaian doa iftitah di dalam shala
  7. Wajib mengucapkan sebanyak mungkin tanpa ada batasan tertent
  8. Harus disebutkan dalam setiap pertemuan walaupun hanya sekal
  9. Wajib setiap kali memanjatkan doa
  10. Wajib setiap kali namanya disebut
    Pendapat ini dikemukakan oleh para pengikut Imam Hanafi salah satunya ath Thahawi dan pernyataan ini dibenarkan oleh kalangan Syafi’i

Di luar dari 10 perbedaan pendapat yang saya sebutkan di atas, bahwasanya bershalawat kepada Rasulullah SAW merupalan kewajiban kita sebagai umat beliau SAW sebagai rasa cinta kita kepada yang mulia Rasulullah SAW.

Shalawat merupakam Wasilah atau sarana yang luar bias untuk meraih istiqomah. Mengenai pembacaan shalawat hendaknya dilakukan dengan penuh perhatian dan konsentrasi, seperti ketika seseorang berdoa dengan penuh konsentrasi tatkala dia dihadapkan pada berbagai kesulitan.

Didalam membaca shalawat hendaknya dengan penuh kerendahan hati dan kelembutan, tidak ada niat-niat untuk memenuhi keinginan pribadi serta murni untuk memohon keselamatan dan keberkatan bagi Baginda Rasulullah SAW dan bagi kemuliaan beliau SAW sebagai penerang di dunia ini dan di akhirat kelak.

Betapa istimewanya shalawat. Semoga kita dapat senantiasa mengamalkannya dengan sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya, serta meraih keberkahannya.

Sumber: Allah dan Malaikat pun Bershalawat, Ibn Hajar al Haitami
Share:

Fans Page