Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Masjid Dirusak dan Al Quran Dibakar

Sekelompok massa merusak masjid dan membakar Al Qur'an di sebuah perkampungan Arab di Prancis, Peristiwa intoleran ini terjadi bertepatan dengan perayaan Natal di Ajaccio, Kepulauan Corsica, Jumat (25/12) kemarin.

Astaghfirullah.. Masjid Dirusak dan Al Qur'an Dibakar saat Natal
Ilustrasi Al Quran Dibakar

Sebelum merusak masjid dan membakar Al Qur'an, massa yang berjumlah sekitar 150 orang terlebih dahulu melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota Ajaccio. Mereka protes karena dua petugas pemadam kebakaran dan satu polisi dikeroyok sejumlah pemuda yang diduga berasal dari distrik imigran Arab.


“Orang Arab enyah dari Prancis! Prancis rumah kami, bukan rumah kalian,” teriak para demonstran seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (26/12).

Setelah berunjuk rasa, ratusan massa merangsek ke perkampungan Arab. Salah satu masjid kecil di perkampungan itu dirusak, kacanya dipecahkan, dan pintunya dijebol.

“Ada 50 Al Qur'an dibakar dan dibuang ke jalanan,” ujar pejabat Kota Ajaccio, Francois Lalanne.

Aksi kriminal dan rasis itu mendapat kecaman dari pemerintah Prancis. Pemerintah menyayangkan aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga Ajaccio. Padahal, pelaku pengeroyokan yang menjadi pemicu aksi, belum diketahui secara pasti.

“Perusakan ini tidak bisa diterima,” kata Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls.

Aksi Perusakan Masjid di Corsica Prancis
Aksi Perusakan Masjid di Corsica Prancis

Dihubungi secara terpisah, Dewan Perwakilan Umat Muslim Prancis (CFCM) mengaku sedih mendengar kabar perusakan masjid tersebut. Padahal, pada 24-25 Desember lalu umat muslim dan Kristen sama-sama merayakan hari yang penting.


Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve meminta polisi mengusut tuntas dan menangkap para pelaku perusakan masjid dan pembakaran Alquran.

“Kita tidak bisa membiarkan rasisme dan xenophobia terus berlanjut,” kata Cazeneuve seperti dilansir dari surat kabar Le Figaro, Ahad (27/12). ( goes )


Sumber:http://www.kabarmakkah.com/2015/12/astaghfirullah-masjid-dirusak-dan-al.html
Share:

Penemu Benua Amerika Ibnu Majid

Benarkah Colombus penemu benua Amerika ?? Sampai saat ini siapapaun berpendapat bahwa penemu benua Amerika ialah Colombus. Namun jauh sebelumnya, bahariwan muslim bernama Ibn Madjid (1432-1500) sudah terlebih dahulu menemukan “benua baru“ tersebut. Selama ini orang hanya tahu bahwa dalam pelayaran selama 30 hari pada tahun 1492, Christhoper Colombus lah yang menemukan benua Amerika. 


Ia menjelajahi laut Spanyol atas dukungan Raja Ferdinand. Nama Amerika sendiri diadopsi dari nama penjelajah Italia, Amerigo Vespucci, salah seorang sahabat Colombus dalam perjalanan yang mengisahkan penjelajahan laut tersebut, sehingga benua baru itu identik dengan namanya.

Namun, jauh sebelum Colombus angkat sauh - bahkan jauh sebelum Raja Ferdinand Isabella mengusir kaum muslimin dari Spanyol - sekelompok penjelajah muslim Andalusia telah menjejakan kaki di benua Amerika. Mereka berlayar dari Spanyol ke arah barat selama 12 hari mengarungi Samudera Atlantik.

Mereka tidak menemukan apa-apa, kecuali biri-biri yang berdaging pahit sehingga tidak bisa dimakan. Mereka lalu membelokan armada ke arah selatan dengan pelayaran selama 12 hari, hingga mendapati sebuah pulau berpenghuni dan menemui penguasa pulau tersebut. Mereka diyakini telah sampai di Amerika Tengah, dan bertemu dengan suku Indian yang sudah ribuan tahun menghuni Amerika. Kisah perjalanan ini ditulis oleh para ahli ilmu bumi seperti Sulaiman Al-Mahiri, Syarif Al-Idrisi, Ibn Majid, Al Balkhi, Hajji Khalifa, Ibn Khurradabih.

Dalam Kitab Dairat al-Ma’arif al-Faransa (Ensiklopedi Perancis) disebutkan, sebelum menjelajahi Amerika, Colombus mempelajari buku-buku geografi karya para ilmuwan muslim di zaman keemasan Islam Andalusia dalam masa pemerintahan Dinasti Bani Ahmar - penguasa muslim terakhir di Spanyol. Ketika itulah koleksi puluhan ribu buku di perpustakaan besar jatuh ke tangan mereka. Karya-karya inilah yang di baca oleh Colombus, dan mengilhaminya tentang “dunia baru”

Tak bisa dipungkiri, jasa para bahariwan muslim dalam proses penemuan benua Amerika sangat besar. Selain menyumbangkan karya-karya geografi tentang Amerika yang di tulis pada Abad Pertengahan, mereka juga menjadi pemandu bagi armada Spanyol dan Portugal. Sebagian kaum muslimin di Amerika sekarang diyakini merupakan keturunan para pemandu tersebut.

Salah seorang bahariwan dan penjelajah muslim itu adalah Ibn Madjid, pakar geografi dan navigasi. Nama lengkap ialah Syahibuddin Ahmad bin Madjid bin Amr ad-Duwaik bin Yusuf bin Hasan bin Husain bin Abi Ma’lak as-Sa’di bin Abi ar-Raka’ib an-Najdi (1432M-1500M) Keluarganya berasal dari Gurun Nejd, Yaman. Tradisi kebaharian sudah mendarah daging sejak kakek moyangnya.

Ia pernah dipercaya sebagai pemandu bagi armada Vasco da Gama ketika berkayar dari Afrika ke India, 1497 M. Rutenya, dari Samudera Hindia menyeberangi laut Abessyinia,terus ke Mozambik, mengitari Tanjung Harapan dan Samuderas Atlantik, masuk ke laut Tengah lewat Selat Gibraltar.

Ibn Madjid dan Vasco da Gama

Sejak kecil ia sudah sering mengikuti pelayaran ayahandanya di Laut Merah – sempat merintis penulisan buku tentang navigasi berjudul al-Hijaziyya, membahas kondisi laut sekitar Hejaz.

Ketika beranjak dewasa, ia berlayar bersama kawan-kawannya dari Laut Merah sampai ke Samudera Hindia. Ia juga sempat menulis beberapa catatan mengenai pelayaran itu, yang kelak menjadi pedoman bagi para pelaut sesudahnya.

Ibn Madjid cukup produktif menulis buku-buku yang berkaitan dengan pelayaran. Sebelum Ibn Madjid mengungkapkan pengalamannya, hanya sedikit pelaut Arabyang berani mengarungi Laut Merah, pantai timur Afrika, hingga pantai tenggara Afrika atau Sofala dekat Madagaskar, karena takut tersesat karena ketiadaan navigasi.

Ibn Madjid pula yang menciptakan kompas dengan 32 mata angin yang jauh lebih detail dari pada kompas buatan orang Mesir dan Maroko kala itu. Kompas Ibn Madijd akhirnya dikenal sebagai bentuk awal kompas modern.

Beberapa karya besar Ibn Madjid antara lain,

  1. Al-Fawaid fi Usul’ilm al-Bahr wa al-Qawaiid (Pedoman Dasar Ilmu Kelautan) yang lebih dikenal dengan sebutan al –Fawaid
  2. Hawiyah al-Ikhtishar fi Usul ilm al-Bihar (Rangkuman Ilmu Kelautan)
  3. Al-Urjuza (Navigasi Teluk Aden)
  4. Qiblat al-Islam fi Jani’ad-Dunya (Arah Kiblat yang tepat untuk Shalat)
  5. Urjuzat Barral Arab fi Khalij Fars (Navigasi Sepanjang Pantai Arabia)
  6. Sal-Qashidah al-Ba’iyya (Penyelidikan Kedalaman Laut dan Isinya)
Kitab al-Fawaid memuat gambaran 28 posisi bulan dan bintang –bintang yang di hubungkan dengan 38 titik dalam kompas, rute perjalanan di Samudera Hindia dan peta beberapa pelabuhan. Ada juga peta hampir seluruh daratan yang dijelajahinya, seperti Arab, Madagaskar, Sumatera, Jawa, Taiwan, Srilanka, Zanzibar, Bahrain, Juga memuat penelitian tentang pantai Asia dan Afrika, penjelasan tentang musim yang mana untuk berlayar, dan peta Laut Merah yang cukup detailtermasuk yang dangkal dan berkarang.

Menurut Ibn Madjid, studi astronomi dan geografi merupakan prasyarat utama bagi mereka yang ingin menjdi navigator sejati.

Sumber: https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=357058614370924&id=312824002127719


Share:

Orang Banyumas Layak Dijadikan Pacar? Ini alasannya . . .

Helooo hari gini masih ngejomblo? Pliss deh ah, segera lupakan kenangan akan mantan dan mulailah move on. Di sini, iya di sini nih, di Banyumas kamu bisa dapatkan calon pendamping hidup yang bakal setia sampai mati.
Apalagi kamu yang dari perantauan dan masih menyandang status jones, atau jomblo ngenes. Menjadikan orang Banyumas sebagai belahan jiwa, adalah anugerah terindah yang pernah kamu miliki seumur hidupmu.
Mengapa orang Banyumas? Orang Banyumas dikenal sebagai orang yang memiliki watak berbeda dari masyarakat jawa lainnya. Nilai-nilai kepribadian orang Banyumas tercermin dari kebudayaannya yang berbeda dari budaya keratonan atau berbeda dari budaya kerajaan.
Banyak orang di daerah lain lebih mengenal Banyumas karena bahasa banyumasannya, atau yang sering disebut bahasa ngapak. Bahasa banyumasan sering dianggap lucu dan sering ditertawakan oleh orang luar Banyumas. Tapi di balik kelucuannya, orang banyumas sebetulnya memiliki kepribadian luhur yang tercermin dari kehidupan orang banyumas itu sendiri. Yang pernah punya pacar orang Banyumas, pasti bakal kangen dan nyesel abis udah mutusin orang Banyumas.
Kalau kamu masih jomblo, 3 alasan berikut ini akan membuat kamu tertarik untuk mencari pacar orang Banyumas.
Orang Banyumas itu cablaka
Orang Banyumas dikenal dengan cablakanya, atau juga disebut thok melong dan blakasuta. Cablaka memiliki arti kerpibadian orang Banyumas yang selalu mengedepankan keterus terangan atau kejujuran, baik dalam berbicara maupun bertindak. Orang Banyumas selalu berkata apa adanya dan tidak suka menyembunyikan sesuatu.
Meski kadang cablakanya orang Banyumas dianggap sebagai hal yang kurang ajar, tapi memang begitulah karakter orang Banyumas yang lebih suka berbicara terus terang dan apa adanya. Karakter seperti ini tentu saja sangat cocok untuk dijadikan pendamping hidup. Kalau kamu punya pacar atau pasangan orang Banyumas, kamu tidak akan sering dibohongi atau dikibulin.
Orang Banyumas tidak suka kekerasan
Wilayah Banyumas dikenal sebagai daerah yang adem ayem dan jarang terjadi kerusuhan. Pada era 98 ketika banyak daerah di Indonesia terjadi kerusuhan dan huru-hara, Banyumas menjadi daerah yang saat itu tidak bergejolak dan tetap anteng. Hal ini dikarenakan karakter orang Banyumas yang tidak suka dengan pertikaian dan kekerasan.
Banyumas memiliki senjata khas berupa kudhi yang peruntukannya berbeda dengan senjata-senjata dari daerah lain yang digunakan untuk berperang. Bagi masyarakat Banyumas, kudhi lebih dikenal sebagai alat bekerja atau bertani, bukan sebagai senjata perang atau untuk melukai orang lain. Kudhi juga menjadi perlambang orang Banyumas yang tidak suka dengan kekerasan dan melukai orang lain. Karakter orang Banyumas yang seperti ini pasti masuk salah satu kriteria mu dalam mencari pendamping hidup kan?.


Orang Banyumas itu sederhana
Karakter cablaka orang Banyumas menjadikan kehidupan orang Banyumas yang sederhana dan apa adanya. Orang Banyumas tidak suka dengan hal yang neka-neko, lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan hidupnya.
Kesederhanaan bisa dilihat dengan mudah dari pemenuhan kebutuhan pangan orang Banyumas. Bagi orang Banyumas pasti akan sering menikmati makan dengan menu hanya mendoan dengan nasi atau ketupat. Lauk makan mendoan tetap menjadi pilihan bagi sebagian besar orang Banyumas, meski sebetulnya memiliki uang banyak untuk membeli makanan yang lain. Kesederhaan orang Banyumas seperti ini lah yang membuat kamu harus punya pacar orang Banyumas.
Selain 3 alasan di atas, sebetulnya masih banyak alasan lain yang menjadikan orang Banyumas tepat untuk dijadikan pacar atau pendamping hidup. Tapi kalau disebutkan semuanya, nanti kamu malah klepek-klepek dan langsung banyak yang berburu pacar orang Banyumas. Kasihan para jomblo di Banyumas donk, nanti malah nggak kebagian pacar yang sesama orang Banyumas.
Share:

Korban Insiden Mina Mencapai 717 Orang

Seorang juru bicara Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi, korban tewas dalam insiden saling injak antar jemaah haji yang akan melakukan ritual jumrah meningkat menjadi 717 orang.

Direktorat mengatakan setidaknya 805 jemaah lainnya terluka dalam insiden yang terjadi di Mina tersebut. Korban luka dilarikan ke empat rumah sakit yang berbeda di wilayah Mina.
Diperkirakan jumlah korban akan terus meningkat. Mina adalah tempat jemaah haji melaksanakan ibadah lempar jumrah di tiga dinding batu.
Insiden itu terjadi di jalan yang terletak di antara pemondokan haji.
"Jalan di mana itu terjadi bernama Jalan 204. Insiden itu terjadi bukan di lokasi lempar jumrah," tutur seorang wartawan Al Jazeera, Kamis (24/9/2015). (Aljazeera)

Sumber: http://www.tribunnews.com/internasional/2015/09/24/korban-tewas-insiden-mina-bertambah-jadi-717-orang

Share:

Harga BBM Turun Rp 400 Angin Segar Untuk Warga Miskin

Sejumlah pihak terus mendesak pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Solar mengingat harga minyak dunia anjlok ke level US$ 40 per barel. Penurunan harga BBM tersebut dapat membantu daya beli ratusan ribu orang miskin di Indonesia. 



Kepala Kajian Kemiskinan dan Perlindungan Sosial LPEM FEUI, Teguh Dartanto mengungkapkan, penurunan harga jual BBM Rp 400 per liter dapat menyelamatkan rakyat jatuh ke jurang kemiskinan yang lebih dalam.

Untuk diketahui, harga BBM Premium Rp 7.400 per liter, sedangkan Solar dibanderol Rp 6.900 per liter dengan subsidi tetap Rp 1.000 per liter. 

Sementara angka kemiskinan naik 860 ribu penduduk menjadi 28,59 juta jiwa karena efek dari kenaikan harga jual BBM pada November 2014 lalu.

"Solusi pemerintah untuk bisa mengurangi dan membantu rakyat miskin adalah menurunkan harga BBM. Harga BBM turun Rp 400 per liter, maka 165 ribu rakyat miskin bisa terselamatkan," tegas dia saat ditemui dalam Diskusi Energi Kita di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (20/9/2015).

Sayangnya, kata Teguh, pemerintah belum memberi sinyal penurunan harga jual Premium dan Solar meski harga minyak mentah jatuh. Strategi pemerintah mempertahankan harga BBM ini, menurut dia, dipertanyakan masyarakat.

"Anginnya sih pemerintah belum akan menurunkan. Tapi lebih baik diturunkan walaupun tidak terlalu besar supaya rakyat tidak bertanya-tanya, kok Pertamina tidak menurunkan harga saat harga minyak jeblok," ujar dia.

Sementara Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk, Destry Damayanti menyatakan, masyarakat miskin saat ini sedang kehilangan daya beli akibat pelemahan ekonomi nasional. Masyarakat menengah pun, dinilainya, cenderung memperketat pengeluarannya.

"Jika harga BBM turun, maka berdampak signifikan untuk daya beli masyarakat. Setiap 10 persen penurunan harga BBM, maka inflasi akan turun 0,5 persen-0,7 persen karena masyarakat punya daya beli yang lebih baik," tegas dia.

Menanggapi hal tersebut, Vice President PT Pertamina Wisnuntoro mengatakan, kebijakan kenaikan harga BBM Premium dan Solar merupakan wewenang pemerintah. "Kami ranahnya untuk BBM non subsidi seperti Pertamax, Pertamax Plus dan Pertalite. Pertalite saja sudah kami turunkan Rp 8.400 jadi Rp 8.300 per liter," tukas dia. (Fik/Gdn)

Sumber:http://m.liputan6.com/bisnis/read/2321934/harga-bbm-turun-rp-400-ribuan-orang-keluar-dari-kemiskinan?

Share:

Karakter Orang Banyumas

Karakter orang Banyumas merupakan bidang kajian sejarah mentalitas yang secara luas menjadi bagian sejarah intelektual. Sejarah intelektual berkaitan dengan fakta mental yang menyangkut semua fakta yang terjadi pada jiwa, pikiran, atau kesadaran manusia.

Fakta tersebut bersumber pada ekspresi yang terjadi dalam mental orang. Mentalitas sebagai suatu kompleksitas sifat-sifat sekelompok manusia menonjolkan karakter tertentu yang diwujudkan pada sikap atau gaya hidup tertentu. Pemahaman terhadap karakter masyarakat atau tokoh tertentu harus dilihat dari konteks budaya yang melatarbelakanginya karena karakter pada hakikatnya adalah identitas dari suatu masyarakat yang lazim berkaitan dengan kepribadian, misalnya bujuk Mataram, umuk Sala, gertak blakasuta Banyumas. 


Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap karakteristik orang-orang Banyumas yang terdapat pada teks-teks babad yang berasal dari Banyumas atau dari luar. Di samping itu, pepatah-pepatah atau tradisi yang tampak pada masyarakat Banyumas juga dijadikan sumber.

Dari hasil penelitian yang ditulis oleh Sugeng Priyadi (dosen program studi sejarah FKIP, Universitas Muhamadiyah Purwokwrto) dalam bukunya menjelaskan.

Bahwa beberapa karakter orang banyumas adalah:

Mencari kejayaan dan keemasan

Banyumas adalah daerah tujuan baru untuk mencapai zaman kejayaan atau zaman keemasan kembali trah Wirasaba. Hal itu bisa dijelaskan bahwa perputaran kosmos sama halnya dengan siklus caturyuga. Jatuhnya Wirasaba yang disebabkan oleh Toyareka adalah zaman kehancuran atau Kaliyuga dan Warga Utama II adalah pembangun kembali Wirasaba yang telah hancur itu sehingga akan muncul zaman Kertayuga. Kertayuga adalah zaman yang serba makmur dan adil. Di situ, tidak ada kejahatan sama sekali. Kehidupan rakyat tata, titi, tentrem, tur kerta raharja.

Prinsip kehidupan zaman Kertayuga inilah yang dituju oleh pendiri Banyumas. Dengan demikian, Toyareka adalah simbol zaman kehancuran, sedangkan Banyumas merupakan simbol zaman kejayaan atau zaman keemasan. Di sini, kiranya juga ada prinsip hijrah yang diyakini oleh manusia Banyumas sebagai pembuka pintu kejayaan yang akan ditemukan di tempat lain.

Suka memberontak

Sejarah Banyumas mengindikasikan bahwa dari Banyumas selalu lahir para pemberontak. Jadi, orang Banyumas pada hakikatnya suka memberontak atau dengan kata lain memiliki kekritisan kepada pihak penguasa.

Babad Tanah Jawi mencatat paling tidak ada empat orang pemberontak dari Banyumas, yaitu Saradenta-Saradenti, Raja Namrud, dan Ki Bocor. Serat Babad Kaliwungu atau Syair Perang Kaliwungu mengunggulkan Secayuda atau Raja Darap Maolana Mahribi atau Abdul Kadir, sedangkan Babad Kebumen atau Babad Arumbinangan menggambarkan dua orang bersaudara yang menjadi pemberontak dari Gunung Slamet yang bernama Damarmaya dan Mayadarma. Di Jawa Barat, ada seorang tokoh yang bernama Dipati Ukur yang oleh orang Sunda dianggap sebagai pahlawannya yang memberontak kepada raja Mataram. Namun, anehnya lagi, Dipati Ukur menurut naskah Sunda juga dikatakan sebagai keturunan orang-orang Banyumas dari kerajaan Jambu Karang. Lebih aneh lagi, Kyai Wirakusuma, putra Ki Ageng Gumelem, yang berjasa memadamkan pemberontakan Dipati Ukur juga balik melawan Mataram. Kyai Wirakusuma merasa tidak puas karena jasanya itu tidak dihargai secara layak. Keberanian Wirakusuma itu harus ditebus dengan hukuman mati.

Manusia Banyumas menjadi pemberontak karena mereka hidup di luar lingkaran patron, baik Jawa maupun Sunda. Maka dari itu, budaya manusia Banyumas adalah budaya marginal atau budaya tanggung. Artinya, kejawaan atau kesundaannya tidak mendalam. Bahasa Jawa dan Sunda sebagai salah satu unsur budaya telah mengalami pergeseran. Kedua bahasa itu mengenal tingkatan atau strata. Di lain pihak, bahasa dialek Banyumasan masih bertahan dalam kekunaannya. Orang Banyumas yang merasa keturunan raja Majapahit mempertahankan bahasa Jawa Pertengahan dari hegemoni bahasa dari dinasti Mataram Islam. Hal itu terbukti pada masyarakat Banyumas di pedesaan yang belum terkonta-minasi bahasa baku.

Bahasa Jawa Pertengahan berkembang dari masa akhir Majapahit tidak mengenal strata bahasa sehingga bahasa tersebut lebih egaliterian daripada bahasa Jawa baku. Bahasa Jawa Pertengahan merupakan nenek-moyang bahasa dialek Banyumasan yang dikenal sekarang. Manusia marginal biasanya hidup di dalam kebebasan budaya. Ekspresi budaya marginal sifatnya lebih khas, lebih bebas, apa adanya, kasar, dan terkesan urakan. Dilihat dari sisi keraton, budaya marginal adalah budaya yang kasar sehingga apabila diadopsi oleh keraton, maka budaya itu harus ada penghalusan dan pengemasan agar terkesan adiluhung dan lebih bergengsi.

Budaya marginal adalah fitrah bagi masyarakat Banyumas yanag selalu kritis dan mampu serta mau memberikan penilaian lain terhadap penguasa, baik di tingkat pusat maupun lokal.

Sering konflik

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam masyarakat Banyumas ditemukan banyaknya konflik antarkelompok atau antarkeluarga yang wilayahnya bisa antardesa di dalam satu kecamatan, antardesa yang berasal dari dua kecamatan yang berbeda, antardesa yang berada didua kabupaten. Wilayah konflik itu kemungkinan dahulu tidak dipisahkan secara administratif politik seperti sekarang. Realitas tersebut amat mencolok, terutama pada masyarakat Banyumas yang tinggal di seelah utara atau barat Sungai Serayu.

Sebab-sebab munculnya konflik bermacam-macam, entah masalah perkawinan, entah adu kesaktian, entah tuduhan kepada pihak lain melakukan kecurangan, entah kasus pembunuhan, entah fitnah, entah curiga, entah persaingan keluarga, atau tenung, dll.

Suka bekerja keras

Ada anggapan bahwa generasi tua merasa lebih berpengalaman bila dibandingkan dengan generasi muda. Seringkali, orang-orang tua member contoh pengalaman hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan keprihatinan sehingga kehidupan mereka jauh lebih baik dan berarti di masa kini. Mereka meluncurkan suatu ungkapan yang umum kita dengar, yakni sikil nggo endhas, endhas nggo sikil. Ungkapan tersebut merupakan symbol kerja keras manusia Banyumas dalam segala tantangan kehidupan. Di situ, ada dua anggota tubuh manusia yang dipakai sebagai simbol, yaitu kaki dan kepala. masyarakat egaliter,

Bagi orang Banyumas, seseorang jauh lebih dihargai dalam pergaulan sehari-hari apabila ia menegur lawan bicara dengan menyebut namanya. Orang Banyumas kadang-kadang tidak memperhatikan sebutan yang erat dengan status sosial. Asalkan ia mengenal dengan baik nama orang itu, maka ia berperilaku penuh dengan keakraban. Hal itu tampak dalam kehidupan sehari-hari. Orang menyebut dengan inyong untuk dirinya sendiri dan ko, kono, dan kowe, atau rika untuk orang lain. Kampanye bahasa Jawa baku memang diintensifkan oleh raja-raja Jawa Tengah selatan terhadap kalangan elite tradisional.

Orang-orang bebas

Jika kita mengamati kehidupan orang-orang Banyumas, maka tampaklah bahwa mereka adalah orang-orang bebas dalam kehidupan yang sesungguhnya. Kebebasan yang tercermin dalam pergaulan sehari-hari, misalnya mereka berbicara cowag yang kesannya seperti orang-orang yang sedang bertengkar. Kesan itu timbul pada orang-orang luar yang baru datang ke daerah Banyumas sehingga mereka sering terkecoh. Padahal, pembicaraan seperti itu merupakan suatu hal yang sangat biasa. Berbicara dengan nada cowag tadi memang salah satu ciri khas orang Banyumas. Nada lemah-lembut dalam percakapan bahasa Jawa baku tidak bisa terjiwai oleh masyarakat Banyumas. Agaknya fitrah kecowagan manusia Banyumas telah ada sejak ratusan tahun yang lalu setua dengan terciptanya komunitas Banyumas. Memang hal itu tidak dapat dilepaskan dengan bahasa ibu mereka yang cenderung reyang. Agaknya bahasa dialek Banyumasan yang diwariskan nenek-moyang mereka sangat akrab dengan pola kecowagan orang Banyumas.

Orang-orang vulgar

Rupanya orang Banyumas termasuk orang-orang yang suka blagblagan. Artinya, mereka sangat terbuka dalam membicarakan segala sesuatu.

Budaya afirmatif dan budaya kritis

Orang Banyumas ternyata memiliki dua kutub karakter yang bertolak belakang. Di satu sisi, orang cenderung afirmatif terhadap pihak penguasa dan di sisi lain sangat kritis

Kesimpulan

Nama Banyumas menunjukkan kepada suatu karakter manusia Banyumas yang selalu berusaha mencapai kejayaan atau meraih masa keemasan. Prinsip hijrah amat mendukung upaya tersebut. Di samping itu, karakter lain yang menonjol adalah suka memberontak terhadap para penguasa dan juga sering konflik di antara mereka sendiri sehingga muncul daerah-daerah pantangan nikah di Banyumas. Masyarakat Banyumas dengan bersendikan bahasa dialek Banyumasan telah membangun budaya egaliter, yaitu mengakui kesepadanan antara anggota warganya.

Hal itu berpengaruh pada cara bicara orang Banyumas yang terlalu bebas sehingga kesan yang tampak adalah orang Banyumas itu kasar. Kebebasan tadi agaknya juga terkait dengan kevulgaran orang Banyumas dalam membicarakan masalah seks. Hal lain yang menarik dari manusia Banyumas adalah munculnya budaya afirmatif dan budaya kritis. Kedua budaya tersebut secara langsung melahirkan budaya kambing hitam yang tidak mungkin dihapuskan dalam penulisan sejarah. (goes)


Share:

Fans Page