Tampilkan postingan dengan label Literasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Literasi. Tampilkan semua postingan

Tips Menulis Dikala Sibuk

Jika kegiatan menulis sudah mendarah daging, apapun bisa dijadikan ide menulis. Ketika sedang beraktifitas, tiba-tiba terbersit ide muncul untuk ditulis, tidak mungkin untuk menunda ditulis di rumah melalui laptop. Karena bukan tidak mungkin ide tersebut akan menguap hilang ditelan lupa.

Alternatif yang mudah dan bisa dipakai adalah dengan menyiapkan buku atau alat tulis manual. Tetapi cara ini masih tergolong merepotkan, perlu tempat untuk membawa buku dan alat tulis. Sanggupkah kita akan tetap membawa alat tulis disetiap saat ?

Di samping hal yang tergolong merepotkan, alternatif dengan menyiapkan buku juga mempunyai titik kelemahan, yaitu dua kali kita menulis. Pertama kita menulis di buku dan yang kedua kita menyalin dari buku ke laptop.

Jadi bagaimana tips menulis yang praktis dan efisien ?

Kita berasumsi bahwa kita sudah punya HP /smartphone yang sudah suport dengan internet dan google. Kita bisa saja menulis di aplikasi word di hp kita masing masing. Cara inipun masih ada proses pemindahan ke laptop untuk tahap fhinising. Entah melalui apa dan bagaimana sesuai dengan kemampuan. Bisa secara manual maupun via email.
 
Di sini kita akan menulis dengan alternatif yang praktis dan simpel. Yaitu dengan menulis di blog. Ko bisa ?

Ya, dengan menulis di blog, di manapun kita memerlukannya tinggal terhubung ke internet. Kita bisa mengakses di manapun berada, di rumah di kantor atau di warnet sekalipun kita bisa aksea. Tinggal kita buka blog tersebut, tinggak oprek. Apa itu mau di copy ke word di laptop ataupun mau finising atau bahkan di terbitkan tak masalah.

Sepanjang masih bisa koneksi di internet, cara tersebut akan praktis ditindaklanjuti.

Berani coba ?

Kalau di blog kan bisa dilihat orang ?

Ya galah...

Kita bisa setting hanya kita yang bisa melihat dan jangan diakses oleh mesin pencari.

Aman deh....

Bagus Sugiarto
Sampit 13072021
Share:

Mengenal Kata Sandang Si dan Sang

Dalam pemakaian kata sandang di dalam bahasa Indonesia, kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Misalnya:

Surat itu dikembalikan kepada si pengirim.
Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli.
Ibu itu menghadiahi sang suami kemeja batik.
Sang adik mematuhi nasihat sang kakak.
Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil.
Dalam cerita itu si Buta berhasil menolong kekasihnya.

Catatan:

Huruf awal sang ditulis dengan huruf kapital jika sang merupakan unsur nama Tuhan.

Misalnya:

Kita harus berserah diri kepada Sang Pencipta.
Pura dibangun oleh umat Hindu untuk memuja Sang Hyang Widhi Wasa.

Sumber: Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Cet ke 4 th 2016
Share:

Fans Page