Tampilkan postingan dengan label Galeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galeri. Tampilkan semua postingan

Fashion Show HUT RI ke 71 MTs Negeri Sampit

Berbagai kegiatan untuk memeriahkan HUT RI ke 71 Tahun di MTs Negeri Sampit selalu diadakan di setiap tahunnya. Dan pada tahun 2016 ini kegiatan yang menjadi antusiasme siswa adalah lomba fashion show tema merah putih.

Berikut Galeri dari lomba tersebut.













(Goes)
Share:

Karnaval Hari Kartini | Ma'had Al Arafah

Tanggal 21 April adalah Peringatan hari kartini yang setiap tahun selalu di peringati dengan berbagai acara dan kegiatan.

Makna hari Kartini sangatlah besar. Banyak pesan yang disampaikan lewat perjuangan yang telah dibangun oleh seorang Kartini muda semasa hidupnya. Bagi wanita masa kini, peran adanya peringatan hari tersebut merupakan sebuah kebanggaan tersendiri karena Kartini menjadi pelopor untuk sebuah kemajuan wanita terutama di Indonesia.

Berikut adalah kegiatan Hari Kartini 2016 dalam bentuk Karnaval Yayasan Ma'had Al Arafah Sampit.







Semoga galeri ini bisa menimbulkan rasa semangat Kartini (Goes)
Share:

Galeri Khatam Al Quran TPA As Safrina Sampit

Dari Ibnu Abbas r.a., beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi)

Generasi sahabat dapat menjadi generasi terbaik (baca; khairul qurun) adalah karena mereka memiliki ihtimam yang sangat besar terhadap Al-Qur’an. Sayid Qutub dalam bukunya Ma’alim Fii Ath-Thariq menyebutkan tiga faktor yang menjadi rahasia mereka mencapai generasi terbaik seperti itu.  

  1. Pertama karena mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber pegangan hidup, sekaligus membuang jauh-jauh berbagai sumber-sumber kehidupan lainnya.  
  2. Kedua, ketika membacanya mereka tidak memiliki tujuan-tujuan untuk tsaqafah, pengetahuan, menikmati keindahan ataupun tujuan-tujuan lainnya. Namun tujuan mereka hanya semata-mata untuk mengimplementasikan apa yang diinginkan Allah dalam kehidupan mereka.   
  3. Ketiga, mereka membuang jauh-jauh segala hal yang berhubungan dengan masa lalu ketika jahiliyah. Mereka memandang bahwa Islam merupakan titik tolak perubahan, yang sama sekali terpisah dengan masa lalu, baik yang bersifat pemikiran ataupun kebudayaan.
Tilawatul qur’an; itulah kunci utama kesuksesan mereka. Imam Syahid Hasan Al-Banna mengatakan, “Usahakan agar Anda memiliki wirid harian yang diambil dari kitabullah minimal satu juz per hari dan berusahalah agar jangan mengkhatamkan Al-Qur’an lebih dari sebulan dan jangan kurang dari tiga hari.”


Semoga menjadi penyemangat untuk anak-anak, adik-adik kita serta sahabat dan para orang tua untuk mengajarkan Al Quran sebagai bacaan utama sebagai pedoman dalam kehidupan. (goes)
Share:

Fans Page