Teks Syair Surga Tak Di Kenal


Setulus hatiku memohon kepadamu
Engkaulah Robbi tempatku untuk mengadu
Ampunilah.. Dosa hamba… Kabulkanlah.. yang ku pinta

* Setulus hatiku memohon kepadamu 
   Engkaulah Robbi tempatku untuk mengadu 
   Ampunilah.. dosa hamba.. Kabulkanlah.. yang ku Pinta

Kini rasanya ku menyesal... Menjalani hidup yang gagal...
Bila ku mati tanpa bekal... Mungkinkah surga tak ku kenal...
Dengarkanlah.. Oh Tuhan ku.. Aku pasrah.. Akan Takdir-Mu..

Ulang ke *

Ampunilah semua dosaku..Juga dosa Ayah dan Ibu...
Izinkan aku menyebut-Mu..Di akhir hembusan nafasku...
Berikan... Sisa waktu..Tuk melangkah... Di jalan-Mu...

Ulang ke *

Ya Allah Kau pemberi rahmat... Kabulkan apa yang ku harap...
Manisnya dunia yang sesaat.. Membawa ke jalan yang sesat...
Luruskanlah... Langkah ini..Padamulah... ku Kembali..

Ulang ke *

Ya Allah Kau pemberi rahmat..Kabulkan apa yang ku harap..
Manisnya dunia yang sesaat..Membawa ke jalan yang sesat..
Luruskanlah.. Langkah ini..Padamulah.. ku mengabdi..

Ulang ke *
Share:

Mengenal Kata Sandang Si dan Sang

Dalam pemakaian kata sandang di dalam bahasa Indonesia, kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Misalnya:

Surat itu dikembalikan kepada si pengirim.
Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli.
Ibu itu menghadiahi sang suami kemeja batik.
Sang adik mematuhi nasihat sang kakak.
Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil.
Dalam cerita itu si Buta berhasil menolong kekasihnya.

Catatan:

Huruf awal sang ditulis dengan huruf kapital jika sang merupakan unsur nama Tuhan.

Misalnya:

Kita harus berserah diri kepada Sang Pencipta.
Pura dibangun oleh umat Hindu untuk memuja Sang Hyang Widhi Wasa.

Sumber: Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Cet ke 4 th 2016
Share:

10 Perbedaan Pendapat Mengenai Shalawat

Al-Qur’ān menjelaskan dalam surat Al-Aḥzab ayat ke-57:

“Sesungguhnya Allāh dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi ini. Hai orang-orang mukmin, mohonkanlah shalawat untuknya dan berilah selalu salam baginya.” 

Pada kata Sholluu alaihi secara jelas berarti perintah agar kita bershalawat kepada Yang Mulia Rasulullah SAW. Dan bagaimana kita bershalawat ??

Terdapat 10 perbedaan pendapat dalam masalah ini yang akan saya uraikan satu persatu:

  1. Hukumnya sunah,
    Pendapat ini dikemukakan oleh Ibnu Jarir ath Thabari yang menurutnya sudah disepakati oleh para ulama pada zamanny
  2. Wajib sekali sepanjang hidup
    Pendapat ini dikemukakan oleh Al Qurthubi. Pendapat ini juga nampaknya disepakati oleh ulama-ulama mahzab Malik
  3. Wajib bagi setiap muslim
    Pendapat ini di kemuakakan oleh Ibnu Abd Al Bad
  4. Wajib hukumnya minimal sekali seumur hidup
    Berbeda dengan pendapat dari Al Qurtubi, jika pendapat ini sedikitnya sekali seumur hidup seperti halnya Kalimat Tauhid. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Mali
  5. Wajib dalam Tasyahu
  6. Wajib setiap kali mendirikan shalat
    Dari kalangan Hambali memasukan shalawat ini dalam rangkaian doa iftitah di dalam shala
  7. Wajib mengucapkan sebanyak mungkin tanpa ada batasan tertent
  8. Harus disebutkan dalam setiap pertemuan walaupun hanya sekal
  9. Wajib setiap kali memanjatkan doa
  10. Wajib setiap kali namanya disebut
    Pendapat ini dikemukakan oleh para pengikut Imam Hanafi salah satunya ath Thahawi dan pernyataan ini dibenarkan oleh kalangan Syafi’i

Di luar dari 10 perbedaan pendapat yang saya sebutkan di atas, bahwasanya bershalawat kepada Rasulullah SAW merupalan kewajiban kita sebagai umat beliau SAW sebagai rasa cinta kita kepada yang mulia Rasulullah SAW.

Shalawat merupakam Wasilah atau sarana yang luar bias untuk meraih istiqomah. Mengenai pembacaan shalawat hendaknya dilakukan dengan penuh perhatian dan konsentrasi, seperti ketika seseorang berdoa dengan penuh konsentrasi tatkala dia dihadapkan pada berbagai kesulitan.

Didalam membaca shalawat hendaknya dengan penuh kerendahan hati dan kelembutan, tidak ada niat-niat untuk memenuhi keinginan pribadi serta murni untuk memohon keselamatan dan keberkatan bagi Baginda Rasulullah SAW dan bagi kemuliaan beliau SAW sebagai penerang di dunia ini dan di akhirat kelak.

Betapa istimewanya shalawat. Semoga kita dapat senantiasa mengamalkannya dengan sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya, serta meraih keberkahannya.

Sumber: Allah dan Malaikat pun Bershalawat, Ibn Hajar al Haitami
Share:

Jejak Hujan | Puisi Kenangan

Jejak Hujan
Karya : Bagus Sugiarto

Kenangan terindah disaat itu 
Ketika hujan mengguyur kau dan aku 
Di tengah rerimbunan pohon bambu 
Dua hati selalu ingin bersatu 

Masih adakah sisa-sisa kenangan yang kau beri 
Perih hati seakan terasa mati 
Dalam suka dan duka selalu kunanti 
Tapi kukecewa ternyata kau khianati 

Beribu cerita kenangan indah 
Selalu terbayang dalam kenangan hati 
Walau hati sakit bertambah parah 
Tapi sudahlah kau bukan pujaan hati 

Hujan selalu memunculkan kenangan indah denganmu 
Kenangan yang seakan menghantui gelora hati yang bimbang 
Dalam angan tiada bertemu 
Sang pujaan hati tiada datang 


Sampit, 20 Februari 2019 



Sumber gambar : https://id.bookmyshow.com
Share:

Merancang Website FrontPage

Work From Home (WHF), di tengah pandemi Corona memang menjadi pilihan tepat untuk meminimalisir berinteraksi dengan bertemuntya orang-orang yang dikhawatirkan sebagai pembawa Covid 19 tersebut. Jika anda sebagai pelaku atau akan berkecimpung sebagai pebisnis online tentunya sudah tidak asing jika pemasaran produk dipasarkan melalui berbagai media online seperti Facebook, Instagram, Website dan lain sebagainya.

Pada postingan kali ini akan membahas bagaimana cara merancang website yang sangat berguna sebagai Landing Page. Apa itu Landing Page ? Landing page adalah tempat/halaman mendarat ? Mendarat siapa ? Ya, tentu saja calon customer dan lead kita. Landing page biasanya dibuat tanpa tombol navigasi, hanya ada ajakan call to action ( CTA ).


Untuk bisa mengedit sebuah images atau gambar anda bisa memakai layanan seperti photoshop atau sejenisnya. Sedangkan untuk merancang website anda pakai saja frontpage. Karena Frontapage sangat mudah dan lebih mudah bisa anda kuasai dibanding layanan lain.

Saya tidak akan mengulas bagaimana cara mengoperasikan photoshop karena pada akhir postingan ini akan kami berikan sebuah ebook teknik photoshop lengkap mulai dasar sampai mahir.

Kini fokus pada merancang website, jika anda belum mempunyai aplikasi frontapage aplikasi alternative yang mirip dengan fronpage bias anda install disini : www.nvu.com.

Cara penggunaan
  1. Buka aplikasi nvu
  2. Buat table sesuai keinginan, kami contohkan 1 kolom dengan header konten dan footer



  3. Masukan gambar untuk header sesuai ukuran yang tampil yaitu 767 px X 131 px, anda bisa mengedit gambar tersebut bisa dengan menggunakan photoshop
  4. Masukan juga konten atau isi caranya sama dengan Microsoft windows
  5. Demikian juga dengan dengan footer
Pada dasarnya secara basic cara merancang sebuah website seperti diatas. Tapi jika anda ingin mengembangkan lebih dalam dan rinci, kami sudah mempersiapkan sebuah tutorial bagaimana secara rinci membuat website dengan dukungan seo yang sangat dibutuhkan agar bisa lebih cepat terindex search engine.

Sebuah bonus juga kami berikan untuk anda yaitu aplikasi perancang website berbayar dalam format CD yang akan kami kirimkan ke alamat anda beserta tutorial merancang website yang sudah di CD kan. Jika berminat silahkan hubungi kami.

Share:

Puasa Bagi Anak-Anak | Obrolan Kang Trubus

"Kulanuwun..." Kang Sutris memberi salam setelah sampai di depan pintu rumah Kang Trubus.

"Mangga... Mari masuk Kang Tris" sahut Kang Trubus mempersilakan masuk Kang Sutris.

"Tidak usah Kang, di sini saja di teteras lebih adem", jawab Kang Sutris.

"O.. Ya mangga silakan duduk." Kang Sutris yang membawa stof map di gulung dipersilakan duduk di teras rumah karena menolak masuk.

"Ada apak kang kelihatannya ada yang mau disampaikan?" lanjut Kang Trubus.

"Ini, saya ada tugas dari pak RT memintai sumbangan untuk acara bulan depan" jelas Kang Sutris.

"Jadi sudah mulai penggalangan dana to?" tanga Kang Trubus sambil merogoh kantiong sakunya ikut berpartisipasi dalamg acara yang akan digelar bulan depan tepatnya setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Iya kang biar tidak buru-buru," sahut Kang Sutris.

Tiba-tiba dari balik pintu muncul Karto anak ragil Kang Trubus yang berusia 9 tahun sedang menyantap es krim. Tatapan mata Kang Sutris berubah agak aneh sambil memperhatikan Karto.

"Maaf kang, omong-omong si Karto tidak puasa? Ini kan bulan Ramadhan bulan mulia?" Akhirnya ga tahan juga Kang Sutris menahan pernasarannya. Mengapa Karta anak bungsu Kang Trubus tidak puasa, sedangkan Kang Trubus dikenal taat dalam beragama.

"O... itu. Kemarin sudah hari pertama satu hari penuh," jawab Kang Trubus enteng.

"Tapi sekarang ko tidak, apa tidak berdosa ? Anak saya si Jino saya paksa untuk terus puasa. Itung-iitug untuk latihan jika sudah dewasa." Kang Sutris masih pada pendiriannya bahwa anak kecil disuruh belajar puasa sejak dini.

"Begini ya Kang, kenapa si Karto tidak saya suruh puasa. Usia anak-anak merupakan usia masa pertumbuhan,  memaksakan anak-anak berpuasa saat usia 8 atau 9 tahun dan mereka berpikiran itu perbuatan yang berpahala padahal yang demikian adalah perbuatan aniaya." Berusaha Kang Trubus menjelaskan.

"Tapi Kang... Bukankah lebih baik mengajarkan untuk beribadah sejak kecil?" lanjut Kang Sutris.

"Betul, banyak ibadah yang bisa diajarkan untuk anak-anak tanpa mengganggu masa pertumbuhan yang berdampak pada keadaan jasmaniahnya, contohnya tersenyum. Tersenyum biarpun hal sepele termasuk ibadah yang jika diajarka pada anak-anak akan menanamkan sikap saling menghargai dan saling mengasihi." Kang Sutris menangguk-angguk tanda mulai mengerti.

"Jadi merupakan tanggung jawab orang tua untuk mencegah anak-anak mereka yang masih kecil berpuasa. Nantinya, ada masanya setelah anak mereka bertumbuh besar, para orang tua ini harus mendorong anak-anak tersebut untuk berpuasa selama beberapa hari, yang pada akhirnya satu bulan penuh setelah usia mencukupi." lanjut Kang Trubus.

"Jadi bagaimana cara mengajarkan anak berpuasa tanpa membebani itu kang?" Kang Sutris masih penasaran pada pendapat Kang Trubus yang agak berbeda dengan kebanyakan pendapat orang-orang tua pada umumnya.

"Sebagai bahan latihan bisa dengan memperhitungkan batasan usia anak juga kang, contohnya yang saya ajarkan pada anak-anak,

Usia 7-8 tahun : jika dapat berpuasa 1 hari
Usia 8-9 tahun : berpuasa 1 hari
Usia 9-10 tahun : berpuasa 2 hari
Usia 10-11 tahun : berpuasa 5 hari
Usia 11-12 tahun : berpuasa 7 hari
Usia 12-13 tahun : berpuasa 10 hari
Usia 13-14 tahun : berpuasa 15 hari
Usia 14-15 tahun : berpuasa 20 hari
Usia 15-16 tahun : berpuasa sebulan penuh

In Sya Allah dengan latihan sesuai batasan umur seperti itu tidak akan membebani dan tidak akan berpengarus pada tumbuh kembang anak." Dengan rinci Kang Trubus menjelaskan bagaimana menerapkan latihan puasa Ramadhan pada anak-anak.

"Iya paham kang, Matur Nuwun wejangane sampean. Mudah-mudahan barokah Dunia Akhirat." Merupakan pengetahuan yang sangat berharga bagi Kang Sutris atas obrolan dengan Kang Trubus.

"Kalau begitu saya permisi pamit dulu mau melanjutkan tugas," Kang Sutris berpamitan untuk melanjutkna tugas yang diembankan oleh atasannya.


Sampit, 24 April 2020

Share:

Mudik Vs Pulang Kampung | Obrolan Kang Trubus

Seperti biasa selepas Ashar Kang Trubus sedang menikmati secangkir kopi pahit racikan Yu Darmi. Bukan karena di rumah tidak dibuatkan kopi oleh istrinya tapi memang kebiasaan Kang Trubus yang secara tidak langsung memberikan pemasukan perekonomian keluarga Yu Darmi. Karena suaminya sudah lama dipundut Gusti Allah.

"Assalamualikum Kang, sudah duluan nongkrong di sini rupanya," ucapan kang Parto mengagetkan.

"Waalaikumsalam, mari ngopi sama-sama tapi ingat 2 meter jaraknya" timpal Kang Trubus mengingatkan untuk tidak duduk terlalu dekat. Meski di kampung mereka taat pada himbauan pemerintah untuk tetap jaga jarak selagi wabah Covid 19 masih merebak.

"Bagaimana kabar si Kusno di kota?" Kang Parto menanyakan anak mbarepnya Kang Trubus.

"Si Barep lebaran ini tidak pulang. Ikuti himbauan pemerintah untuk tidak mudik," Kang Trubus menjelaskan.

"Sekarang itu lagi rame kang, antara mudik sama pulang kampung, terus apa bedanya mudik sama pulang kampung. Pak Jiokowi kok ngendika boleh pulang kampung tapi tidak boleh mudik?"Penasaran dengan pemahaman mudik dan pulang kampung Kang Parto akhirnya menanyakan ke Kang Trubus apa bedanya. Karena kebetulan lagi mbahas si Mbarep yang tidak bisa pulang pada lebaran nanti.

"O. . . . . itu to" Kang Trubus sambil menyeruput kopi mengangguk-anggukan kepalanya tanda paham apa yang ditanya Kang Parto.

"Begini ya kang... Mudik dan pulang kampung memang sama-sama pulang ke kampung halaman tapi mempunyai pemahaman yang berbeda." 

"Beda bagaimana kang ?" sela Kang Parto tak sabaran.

"Jika mudik itu berpangkal pada Hari Raya. kepulangan yang dari kota atau luar daerah bermaksud merayakan Hari Raya bersama keluarga besarnya di kampung halaman. Setelah Hari Raya selesai maka mereka akan berangkat ke kota asalnya atau keluar daerah di mana mereka bekerja. Jadi pada prinsipnya pemaknaan mudik hanya pulang sebentar menjelang Hari Raya setelah itu berangkat lagi." sambil menarik nafas Kang Trubus  membetulkan posisi duduknya cari yang nyaman.

"Sedangkan pulang kampung yaitu para pekerja di kota dalam situasi wabah begini tidak adanya lagi pekerjaan atau kena PHK bermaksud pulang ke kampung halaman, untuk meneruskan hidup di kampung dan sudah tidak ada minat lagi ke kota. Dalam kondisi begini pemerintah membolehkan mereka untuk pulang kampung seperti ngendikane pak Jokowi. Dari pada di kota tidak ada kegiatan, atau terkena PHK dan lain sebagainya lebih aman pulang kampung. Itu maksudnya beda mudik sama pulang kampung" jelas Kang Trubus.

"O... Jadi jadi begitu pemahaman mudik sama pulang kampung to kang, ngerti aku nek ngono..."

"Nah gitu to kang pinter sitik..." Yu Darmi dari dalam warung ikut menimpali.

"Iyo yu... Ngerti aku siki." jawab Kang Parto.

"Ya sudah aku pulang dulu yu, uangnya di bawah gelas." Kang Trubus pamitan pulanh setelah panjang lebar ngobrol sama Kang Parto. 

Sampit, 23 April 2020
Share:

Busyet..... Makan Selamatan Penumpang

Kisah ini merupakan penggalan pengalaman pribadi yang terjadi kira-kira tahun 1998. Seperti biasa jika dalam perjalanan mudik dari Sampit menuju Purwokerto jalan yang dilewati lebih nyaman Semarang Purwokerto via Wonosobo.

Sebelumnya menyeberang laut jawa dengan kapal Pelni tujuan Sampit - Semarang, dengan pertimbangan lebih dekat jalan darat dari pada Surabaya - Purwokerto.

Hari itu juga aku, ikut bus jurusan Semarang - Purwokerto via Wonosobo karena kendaraan lebih mudah, walaupun sebenarnya tujuan mudik ada di jalur selatan antara Buntu - Gombong. Namun karena kendaraan agak sulit jika melalui jalur selatan, tidak mengapa kalau harus melewati jalur tengah.

Bus ekonomi waktu itu yang aku ikuti, karena dengan bus ekonomi terasa sekali mudiknya ketimbang naik bus patas yang melaju kencang tanpa hambatan. Belum lagi 1 jam naik bus, pandanganku tertuju pada jendela sisi sebelah kanan, kebetulan tempat dudukku ada di sebelah kiri. Di jendela kaca tertulis kalimat,

MAKAN SELAMATAN PENUMPANG

sontak kaget juga, selamatan yang mana yang harus dimakan ? Atau nanti salah satu dari penumpang akan mengadakan selamatan ?

Pertanyaan itu masih mengganggu dalam pikiran. Sampai pada akhirnya aku bisa pindah tempat duduk di dekat tulisan tersebut setelah penumpang turun.

Busyet dah.... dari bekas tulisan itu ternyata lengkapnya:

UTAMAKAN KESELAMATAN PENUMPANG

Terjawab rasa penasaran ini. Ternyata hanyalah ulah tangan jail yang sengaja menghilangkan beberapa huruf dalam kalimat yang tentu saja mengubah arti.

Foto: republika.co.id
Share:

Jantan atau Betina

Udara dingin dimusim hujan memang cocok jika diajak ngopi di warung Yu Darmi. Segelas kopi hitam langsung tersaji cepat setelah Yu Darmi menerima pesanan, dan memang kopinya juga kopi kemasan yang tak perlu waktu lama.

Duduk juga Kang Parto dan Kang Salam lagi ngobrol kesana kemari tanpa ujung pangkal. Memang begitulah kalau sudah mereka berdua ngumpul ada saja yang di omongkan.

Sampai juga pada obrolan yang buat ngakak berjamaah.

"Kang Salam, kita main tebak-tebakan," ajak Kang Parto memulai main tebakkan.

"Ayo. Monggo Kang duluan," sahut Kang Salam.

"Ini ikan lele berjenis kelamin jantan apa betina ?" Kang Parto sambil memegang ikan lele yang kebetulan pesanan pecel lelenya sudah selesai di buat oleh Yu Darmi.

"Mana tahu sudah digoreng gitu. Kan perlu dicek kaya Wa Ratno yang punya peternakan lele." Kang Salam kebingungan.

"Walah... bilang aja gak tahulah. Ini lele kelaminnya jantan. Bukan karena punya kumis kaya punya sampean. Kalau betina bukan le le tapi nduk nduk." Jawab Kang Parto sambil ngakak.

"Semprul........ sontoloyo sampean Kang...."

Jadilah seisi warung Yu Darmi ramai dengan kelucuan mereka berdua.
Share:

Fans Page