Momen Malam Terakhir

Liburan puasa dan hari raya pada akhirnya berlalu. Tak terasa, lebih satu bulan telah lewat. Di hari terakhir liburan, hari ini Jumat (06/05) dimanfaatkan untuk persiapan perjalanan dan bekal untuk 11 bulan ke depan.

Makanan ringan untuk cemilan di perjalanan,  obat-obatan sekedar untuk antisipasi bila ada keluhan sakit kepala. Serta keperluan keperluan lain.

Untuk perjalanan kali ini, menggunakan armada Kapal Laut. Dalam satu rombongan ada beberapa santri yang nantinya akan bertemu di kapal. Yang kemuadian akan berangkat ke tempat tujuan dalam rombongan kecil.

Untuk persiapan segala sesuatu selesai sebelum malam tiba. Hingga malamnya bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan santai sekedar melepas lelah dan mengukir momen malam terakhir sebelum keberangkatan ke pulau seberang.

Share:

Pantai Ujung Pandaran, Pantai Jodoh, Pantai Tebing Kalap | Liburan Lebaran Hari ke 3

Rabu, 03 Mei 2022 di hari lebaran ke 3 berencana mengadakan liburan ke pantai. Pantai Ujung Pandaran tujuan utama yang akan dituju. Dua rombongan sudah mempersiapkan segala sesuatu jauh-jauh hari sebelum hari H. Mulai dari persiapan transportasi, bekal, dan lain-lain. 

Dengan jumlah rombongan mencapai 23 orang, dipersiapkan kendaraan 2 pick up. Dengan dan tanpa terpal penutup.

Tapi apa mau dikata, mulai malam hingga waktu keberangkatan hujan belum berhenti. Masih terus mengguyur. 

Karena kondisi pick up yang tanpa penutup, acara mau dibatalkan. Setelah lambat 1 jam daei rencana awal, hujan mulai menipis hingga tinggal gerimis yang teraisa.

Dengan harapan bahwa, cuaca cerah setelah beberapa saat. Akhirnya rombongan meluncur ke Pantai Ujung Pandaran pada pukul 07.20 WIB.

Pantai Ujung Pandaran

Lumayan juga jarak tempuh Sampit - Ujung Pandaran. Jika dilihat dari google map mencapai jarak 103 km.

Jika dihari-hari biasa jalanan sepi dengan hilir mudik kendaraan, tapi di hari lebaran ini lumayan padat. Ratusan kendaraan hilir mudik baik dari arah Sampit ataupun sebaliknya.




Hingga pada akhirnya sampai ke tempat tujuan pada pukul 10.10 WIB. Merapat di Camp Kobes untuk menggelar tikar. Sambil menunggu rombongan ke 2 yang agak tertinggal, ibu-ibu mempersiapkan hidangan, sementara yang lain di rombongan pertama mulai mencebur ke bibir pantai. 


Selang 30 menit, rombongan ke 2 sampai dan langsung bergabung. 

Pantai Jodoh

Rute berikutnya adalah Pantai Jodoh. Pantai ini tidak jauh dari lokasi pertama yaitu 9,2 km dengan jarak tempuh 11 menit. 



Pantai Tebing Kalap

Tujuan akhir adalah Pantai Tebing Kalap. Jarak pantai inj dari Pantai Jodoh hanya 1,1 km. Sesuai dengan namanya, bibir pantai merupakan tebing-tebing terjal yang memanjang sepanjang pantai yang terhampar. 

 

Waktu telah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Saatnay kembali pulang ke Sampit lagi. Dengan perhitungan waktu tempuh waktu berangkat diperkirakan sampai kembali ke rumah pukul 18.00 WIB.



Share:

Hilangnya Malaikat Masjid


Pengusiran anak-anak di masjid sudah menjadi hal biasa di Indonesia, mata-mata tajam dan bahkan kata-kata kasar yang di keluarkan penjaga masjid.

Jika anak-anak berlari dan tertawa didalam masjid itulah ciri khasnya. Tetapi kalau yang berlari dan tertawa itu orang tua itulah layak di usir.

Mereka sebenarnya "Malaikat" yang sedang bergembira di rumah Rabb-Nya. Bahkan Hasan dan Husein pun pernah naik di punggung Rasullah ketika Rasulullah sedang melaksanakan sholat yang mengimani para sahabatnya.

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah mempercepat sholatnya karena ada tangisan anak kecil yang memanggil ibunya yang sedang mengikuti sholat berjama'ah bersama Rasulullah. Itulah masjid Nabi yang tidak sepi dari anak-anak kecil.

Muhammad Al Fatih pernah berkata: "Jika kalian tidak lagi mendengar riang tawa bahagia anak-anak kecil di masjid-masjid. Waspadalah, saat itu kalian dalam bahaya".

Repost: https://www.facebook.com/709294365947333/posts/1878935432316548/

Share:

Selamat Hari Jadi Om Jay

Gawai berdering dengan nada khusus, pertanda notifikasi WhatsApp ada yang masuk. Dengan rasa penasaran saya buka aplikasi yang sering dipakai untuk mengirim pesan baik teks maupun gambar. Benar saja, satu pesan masuk dari group Belajar Menulis Gelombang 18. Walau kegiatan belajar menulis sudah lama selesai, tapi saya masih tetap setia menjadi penunggu group yang sedikit banyak memberikan pengetahuan menulis melalui Belajar Menulisnya.

Bapak Wijaya Kusumah atau yang lebih akrab disapa Om Jay memberikan pengumuman melalui links Guru Penggerak, yaitu lomba blog. Lomba menulis blog ini agak unik, biasanya lomba menulis blog mengangkat tema yang lebih bersifat universal, misal masalah pendidikan, bisnis, wisata dan lain-lain. Tapi kali ini Om Jay mengadakan lomba blog dalam rangka "Hari pernikahan Om Jay yang ke 24 pada tanggal 08 Maret 2022."

Sahabat penulis, saya rasa sudah tidak asing lagi dengan sosok Om Jay, beliau merupakan Guru Blogger Nasional yang sudah tidak diragukan lagi kualitas dan kuantitas tulisannya. Ratusan judul tulisan tersebar di dunia maya, baik di Blogspot, Wordpress, Kompasiana dan juga dalam bentuk fisik yaitu buku.

Sebagai seorang pendidik, tentunya Om Jay sudah banyak makan asam garam dalam mengabdikan hidupnya. Demikian juga sebagai seorang bapak dan kepala rumah tangga, Om Jay juga patut menjadi suri tauladan. Usia 24 tahun pernikahan bukanlah waktu yang pendek. Dengan segala kelebihan dan kekurangan, Om Jay bersama ibu Siti Rokayah mampu mengarungi lika-liku bahtera yang berlayar di tengah samudra kehidupan.

Yang patut kita petik dari keberhasilan Om Jay adalah bahwa "Rumahku Adalah Surgaku" kalimat sederhana yang jika diamalkan akan mempengaruhi kehidupan. Surga merupakan tempat terindah, tempat dimana kebahagiaan akan selalu tertanam dalam hati tiap manusia. Jika rumah kita adalah surga bagi kita maka kebahagiaanlah yang akan kita ambil hikmah dari kalimat tersebut. 

Apapun masalah kita di kantor, jika sudah di rumah tinggalkan segala persoalan dan permasalahan di tempat kerja, maka ketenteraman hati yang akan kita rasakan, itulah kira-kira yang saya tangkap dari tulisan-tulisan Om Jay di berbagai konten blognya.

Sebagai pendidik yang berhasil dilingkungan sekolah, sebagai guru bagi putri dan keluarga ada pada sosok Om Jay. Dari berbagai konten tulisan di berbagai blognya, banyak yang perlu kita ambil sari patinya. Hikmah dari tulisan yang disajikan maupun pesan-pesan yang tersirat melalui artikel yang dimuat di berbagai blog yang dikelolanya.

Salah satu blog pribadi dari Om Jay adalah dengan domain https://wijayalabs.com. Di blog tersebut Om Jay lengkap bertutur tentang semua pengalaman diri mulai dari pendidik, sosial, pribadi dan lain-lain. Super lengkap apa yang disampaikan oleh Om Jay. Sebenarnya bukan hanya satu itu saja blog di mana Om Jay menulis, tapi di blog dengan domain khusus tersebut inti sari dari tulisan-tulisan Om Jay yang bertebaran di bwrbagai platform blog yang dikelolanya.

Sebelum saya akhiri tulisan ini, saya sampaikan satu hal yang mungkin bermanfaat bagi sahabat penulis semua atau yang kebetulan singgah di blog saya yang masih amburadul jika disanding dengan blog sahabat. Bahwa sosok Om Jay sebagai Guru Blogger dan sebagai Nahkoda dalam bahtera keluarga cerminan dari keberhasilan dalam membawa diri. Dimana sebagai pendidik dan sebagai kepala rumah tangga yang berhasil menggapai kebersamaan bersama ibu Siti Rokayah. 

Jalinan kebersamaan yang tulus dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing yang saling mengisi kekosongan. Mampu membawa keluarga kecil mengarungi badai dan taupan yang kadang menerpa. Yang akhirnya bisa berlabuh tetap dalam kebersamaan.

Semoga Om Jay beserta keluarga selalu mendapat kebahagiaan sampai pada akhirnya nanti.


Sampit, 14 Maret 2022

BAGUS SUGIARTO

Share:

Nikmatnya Nasi Jagung

Dulu waktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar, pak guru yang notabene bapak, pernah memberi pelajaran tentang makanan pokok. Entah mata pelajaran apa yang bapak sampaikan. Karena waktu itu yang teringat hanya nama-nama makanan pokok penduduk Indonesia. Salah satunya adalah makanan pokok orang Madura adalah jagung.


Setelah beberapa waktu, ternyata makanan pokok orang Madura masuk ada di ulangan. Jadi sejak itu terpikir dalam memori bahwa makanan pokok orang Madura adalah jagung.

Dengan berjalannya waktu, sampailah pada pengembaraan dimana pernah bermukim di pulau garam Madura. Jadi teringat pada pelajaran di masa SD, bahwa makanan pokok orang Madura adalah jagung. Pada kenyataannya bahwa makanan pokok yang dimakan adalah nasi. Hanya nasi tersebut dicampur dengan jagung. Jadilah nasi jagung. Jadi bukan 100 % jagung semua. Itupun tidak semua penduduk Madura yang mengkonsumsi nasi jagung.  

Bicara tentang nasi jagung, ada kesan tersendiri yang pernah dialami. Pertama makan nasi jagung terasa ada yang aneh. Tapi lama kelamaan seperti ada cita rasa tersendiri jika makan nasi jagung dengan sayur khas meronggi nya.

Seperti pada hari ini, Selasa 01 03 2022 ada yang mengantar nasi jagung khas Madura ke rumah. 

"Mau nasi jagung?" tanya istri.

"Mau... mau..."

Jadilah menu makan siang dengan nasi jagung dengan sayur meronggi (kelor) dengan lauk ikan sambal.

Serasa ada di waktu beberapa tahun silam dimana masih bermukim di pulau garam Madura...
Share:

Sepatu Bonus Minyak Goreng

Siang menunjukkan pukul 14.30 WIB. Perjalanan jauh tak membuat menyerah dengan rasa lelah. Jarak tempuh 41 km pp baru saja dilalui. Karena ada agenda tersendiri di hari Minggu pagi.

Masih teringat di pagi hari tadi si bungsu bercerita kemamanya.

"Ma... nukar sepatu nanti. Sepatu yang ada sudah sobek sampingnya," katanya.

"Ya nanti pulangnya," ujar mamanya.

Jadi sebelum lupa akan sepatu yang sudah diagendakan. Siang ini juga bertiga berangkat ke komplek pertokoan dimana sepatu dijual.

Pilih punya pilih akhirnya dapat juga sepatu yang dicari. Lumayan besar juga telapak kaki. Karena nomor yang cocok adalah nonor 40 hampir sama dengan telapak kaki ayahnya yang mempunyai ukuran 41. .


Akhirnya pulang juga setelah mendapatkan apa yang dicari. Melalui jalan protokol [A.Yani] di persimpangan gedung KNPI terlihat masih ada pasar murah minyak goreng 1 liter Rp 14.000,00.

Sepersekian detik aku bertanya pada mamanya si bungsu.

"Mau beli minyak goreng?" 

"Ya"

Akhirnya belok ke kanan ke halaman Kantor KNPI untuk membeli minyak goreng dengan harga Rp 14.000,00 perliter.

Program pasar murah minyak goreng merupakan program dari PT Maju Aneka Sawit yang menggandeng KNPI Kotawaringin Timur.

Kegiatan ini juga dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat. Tujuannya agar distribusi minyak goreng murah ini tepat sasaran sehingga membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Jadilah sepatu bonus minyak goreng....
Share:

Fans Page