Senin, 22 Agustus 2016

Kemeriahan Karnaval Budaya Kotim, Berkesempatan Tonjolkan Batik Berbagai Variasi

Kemeriahan Karnaval Budaya Kotim, Berkesempatan Tonjolkan Batik Berbagai Variasi

Bupati H Supian Hadi (kanan) resmi membuka Karnaval Budaya Kotawaringin Timur 2016 yang diikuti ribuan peserta di Sampit, Kalteng, Sabtu (20/8/2016). Karnaval dinilai lebih meriah karena banyak peserta menampilkan inovasi-inovasi menarik (Foto Antara Kalteng/Norjani)


Sampit (Antara Kalteng) - Karnaval Budaya 2016 di Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah berlangsung meriah dengan menonjolkan batik khas Sampit berbagai variasi.

"Tahun ini saya lihat ada beberapa kelompok peserta yang sudah memahami karnaval. Karnaval dengan konsep batik khas Sampit," kata Bupati H Supian Hadi di Sampit, Sabtu.

Karnaval berlangsung sejak Sabtu siang hingga sore. Acara dibuka oleh Supian didamping Wakil Bupati HM Taufiq Mukri dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat di depan rumah jabatan bupati di Jalan Achmad Yani.

Jumlah kelompok peserta yang terdaftar sebanyak 279 kelompok yang berasal dari instansi daerah, lembaga, organisasi, mahasiswa, pelajar, dunia usaha dan masyarakat umum. Dengan jumlah tiap kelompok rata-rata terdiri 50 orang bahkan lebih, maka total peserta diperkirakan hampir 14.000 orang.

Selain lebih meriah, karnaval tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kali ini banyak kelompok peserta yang berlomba-lomba menampilkan desain kostum unik dengan mengusung batik khas Sampit sebagai bahan dasar. Namun ada pula peserta yang terkesan seadanya dan hanya sekadar berpartisipasi.

"Ini juga untuk mendukung pengembangan pariwisata. Alhamdulillah saya lihat sudah meningkat. Saya berharap karnaval saat HUT Kotawaringin Timur pada Januari nanti suasananya akan jauh lebih baik dan meriah," harap Supian.

Sementara itu, ribuan warga memadati sisi jalan yang dilalui peserta karnaval. Masyarakat sangat antusias meski Sampit sedang panas terik.

"Lumayan tahun ini ada kemajuan meski saya berharap berikutnya akan lebih meriah lagi. Peserta harus lebih kreatif. Jangan sekadar berpartisipasi. Itu pakai uang rakyat jadi jangan semaunya," kata Maria, salah satu pengunjung.

Masyarakat mendukung karnaval budaya dijadikan event tahunan pariwisata. Apalagi saat ini karnaval budaya Kotawaringin Timur mulai dikenal, setidaknya oleh masyarakat daerah lain di Kalimantan Tengah.

Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Share:

1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Fans Page