This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 09 Januari 2016

Subhanallah . . . Ternyata Motor Abah Raya Peninggalan Alm Uje

Tidak menyangka bahwa Motor Gede tunggangan Abah Raya / Abah Rama (Fathir Muchtar) dalam sinetron Anak Jalanan adalah motor Gede yang pernah menjadi motor kesayangan dari Alm Uje ( Ustad Jeffry Al Buchori ). Motor Harly Davidson Black Iron 833 dibeli Alm Uje pada awal tahun 2011 dengan harga 250 jt dan untuk nomor polisi dipesankan khusus  B 6900 SAW.

Motor ini adalah kendaraan yang biasa dipakai Alm Uje saat touring / berdakwah.

Dan pada akhir tahun 2011 motor tersebut dijual, sementara Alm Uje berganti Ducati Sport.

Lalu siapa pemilik Motor Harly Black Iron 833 saat ini ? Tidak lain adalah Aksa, bocah 14 tahun yang diberi hadiah oleh orang tuanya dua tahun lalu.

Dan kini motor tersebut menjadi properti dalam sinetron Anak Jalanan sebagai tunggangan Abah Raya atau Abah Rama.



Penasaran ?? Tonton terus sinetron Anak Jalanan. (goes)

Share:

Kamis, 07 Januari 2016

Galeri Khatam Al Quran TPA As Safrina Sampit

Dari Ibnu Abbas r.a., beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi)

Generasi sahabat dapat menjadi generasi terbaik (baca; khairul qurun) adalah karena mereka memiliki ihtimam yang sangat besar terhadap Al-Qur’an. Sayid Qutub dalam bukunya Ma’alim Fii Ath-Thariq menyebutkan tiga faktor yang menjadi rahasia mereka mencapai generasi terbaik seperti itu.  

  1. Pertama karena mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber pegangan hidup, sekaligus membuang jauh-jauh berbagai sumber-sumber kehidupan lainnya.  
  2. Kedua, ketika membacanya mereka tidak memiliki tujuan-tujuan untuk tsaqafah, pengetahuan, menikmati keindahan ataupun tujuan-tujuan lainnya. Namun tujuan mereka hanya semata-mata untuk mengimplementasikan apa yang diinginkan Allah dalam kehidupan mereka.   
  3. Ketiga, mereka membuang jauh-jauh segala hal yang berhubungan dengan masa lalu ketika jahiliyah. Mereka memandang bahwa Islam merupakan titik tolak perubahan, yang sama sekali terpisah dengan masa lalu, baik yang bersifat pemikiran ataupun kebudayaan.
Tilawatul qur’an; itulah kunci utama kesuksesan mereka. Imam Syahid Hasan Al-Banna mengatakan, “Usahakan agar Anda memiliki wirid harian yang diambil dari kitabullah minimal satu juz per hari dan berusahalah agar jangan mengkhatamkan Al-Qur’an lebih dari sebulan dan jangan kurang dari tiga hari.”


Semoga menjadi penyemangat untuk anak-anak, adik-adik kita serta sahabat dan para orang tua untuk mengajarkan Al Quran sebagai bacaan utama sebagai pedoman dalam kehidupan. (goes)
Share:

Selasa, 05 Januari 2016

Undangan Haji Format Word | Word 02

Masih dalam format Word, berikut adalah desain undangan untuk undangan haji, dengan dimensi kertas A3 sangat sederhana dan untuk kemasan / cara lipat silahkan disesuaikan sendiri.

Untuk lengkapnya silahkan download, untuk ukuran sudah disetting sedemikian rupa, anda tinggal mengedit isi yang perlu disesuaikan.


Links download : http://downloads.ziddu.com/download/25164636/02.zip.html

(goes)
Share:

Jumat, 01 Januari 2016

Undangan Pernikahan Format Word | Word 01

Undangan berikut didesain sangat sederhana, tapi demikian undangan pernikahan ini sangat elegan, anggun dan cocok untuk teman sejawat dan kolega.

Dengan dimensi 10 X 17 cm yang dikemas oleh plastik pembungkus, undangan ini sangat indah dan untuk kertas memakai  ukuran F4 yang dibelah menjadi dua.


Untuk lengkapnya silahkan download, untuk ukuran sudah disetting sedemikian rupa, anda tinggal mengedit isi yang perlu disesuaikan.

Links download : http://downloads.ziddu.com/download/25158181/001.zip.html

(goes)

Share:

Kisah Nyai dan Para Lelaki Kolonial yang Kesepian

SETIAWATI masih hapal riwayat hidup leluhurnya itu. Secara diam-diam, kisah tersebut selalu tersampaikan dari generasi ke generasi di kalangan keluarga besarnya, sebagai “kenangan pahit” yang tidak boleh terulang lagi. “Mungkin saat itu situasinya memang tak terelakan, takdir Tuhan harus berlaku demikian kepada nenek buyut saya,” ujar perempuan kelahiran Jakarta 55 tahun lalu tersebut.

Sarima, nama nenek buyut Setiawati, adalah seorang nyai. Itu adalah istilah yang ditujukan kepada seorang perempuan pribumi yang dijadikan pasangan hidup seorang lelaki kulit putih tanpa suatu ikatan pernikahan. “Sekalipun di Eropa moral Kristen menuntut penahanan nafsu seksual di luar pernikahan, ideologi di Hindia Belanda membolehkan seorang lelaki mencari jalan keluar bagi kebutuhan-kebutuhan seksnya…” tulis Tineke Hellwig dalamCitra Kaum Perempuan di Hindia Belanda.
Seorang lelaki Belanda dengan nyai dan anak mereka. Foto: KITLV
Terlebih, lanjut Tineke, anggapan umum saat itu menyebut bahwa iklim tropis serta makanan kaya bumbu pedas mendorong munculnya libido para lelaki Eropa yang bermukim di tanah Hindia Belanda. “Pendapat-pendapat tersebut seolah menjadi pembenar terjadinya praktek pergundikan dan pelacuran yang dilakukan mereka…” ujar doktor sastra Indonesia dari Universiteit Leiden, Belanda itu.
Hampir senada dengan penilaian Setiawati dan Tineke, penulis sejarah kolonial asal Belanda Reggie Baay, menyebut kuputusan seorang lelaki kolonial “mengambil” seorang nyai, merupakan gejala umum dan seolah sesuatu hal yang bisa diterima oleh banyak orang kala itu. Jika pada awal-awal kolonialisme terpancangkan di tanah Hindia Belanda sistem perbudakan adalah suatu keniscayaan, maka selanjutnya sistem pergundikan dengan seorang perempuan pribumi merupakan pemecahan masalah dari “rasa kesepian” para lelaki kulit putih lajang.
“Terdapat lebih dari setengah jumlah keseluruhan laki-laki Eropa di koloni yang hidup bersama seorang gundik pribumi dalam 25 tahun terakhir pada abad ke-19,” ungkap Reggie dalam Nyai dan Pergundikan di Hindia Belanda.
Terciptanya “konsep nyai” juga tidak terlepas dari perbedaan kelas: superioritas kulit putih atas kulit coklat, dominasi penjajah terhadap pihak terjajah. Situasi tersebut berkelindan dengan sikapnrimo yang dipelihara dengan setia oleh sebagian besar para bumiputera. Tidak usah jauh-jauh, sebagai contoh adalah kasus yang dialami oleh Sarima sendiri sekitar era 1920-an. Sebagai seorang buruh pemetik teh yang miskin di Garut, ia harus “pasrah” saat tuan adminsitratur “menginginkan dirinya”. Kendati saat itu, Sarima telah memiliki seorang suami.
“Dalam hal ini, pemberian sejumlah uang (kepada pihak keluarga perempuan atau suami perempuan tersebut) kerap dilakukan,” ujar Reggie.
Bahkan, pada kasus lain, seorang Njai juga bisa “dialihkan” kepada lelaki Eropa lain. Kasus-kasus seperti itu biasanya terjadi di tangsi-tangsi tentara. Seperti dialami oleh Marie (nyai yang berasal dari Purworejo) dan Enjtih (nyai yang berasal dari Cimahi). Pengalihan itu biasanya terjadi karena pihak lelaki sudah mulai jenuh atau akan dipindahtugaskan ke tempat lain. Lantas bagaimana status hukum anak-anak yang lahir dari hubungan sejenis itu?
Menurut Tineke Hellwig, sejatinya seorang nyai tidak memiliki hak apa pun, baik terhadap dirinya maupun atas anak-anak yang dilahirkannya. Karena itu, ia harus siap dicampakan oleh “pasangannya” termasuk tidak diberi imbalan apapun. “ Kadang-kadang sebelum mencampakan para nyai tersebut, para lelaki itu menyerahkan anak-anak mereka ke rumah yatim piatu,” ujar lektor kepala di University of British Columbia, Kanada tersebut.
Tentunya tidak semua nyai bernasib buruk. Ada juga di antara mereka yang dicintai betul-betul oleh pasangannya hingga (setelah mendapatkan beberapa anak) dinikahi dan didaftarkan sebagai istri yang sah secara hukum. Itu dialami oleh dua orang nyai bernama Gouw Pe Nio dan Djoemiha. Alih-alih diperlakukan sewenang-wenang, mereka malah hidup bahagia sampai mati bersama para lelaki Eropa tersebut.
Sumber; http://historia.id/budaya/kisah-nyai-dan-para-lelaki-kolonial-yang-kesepian
Share:

Fosil Mirip Ponsel Berumur 800 Tahun

Seorang arkeolog telah menemukan sebuah benda mirip ponsel di daratan Austria. Benda tersebut diperkirakan telah berumur 800 tahun.

Seperti dilansir situs Daily Mail, pada objek mirip ponsel tersebut, terdapat tombol-tombol dan aksara layaknya sebuah ponsel sungguhan. Sekilas, benda ini cukup mirip dengan ponsel-ponsel yang diproduksi Nokia.


Berdasarkan keterangan para ahli artefak, aksara yang tertera pada benda tersebut memiliki gaya penulisan Sumeria yang telah ada selama ribuan tahun. Jenis tulisan ini biasanya ditemukan di Iran atau Irak modern (Mesopotamia kuno).



Karena itu, penemuan objek ini masih menjadi perdebatan. Beberapa ahli masih meragukan benda mirip ponsel tersebut didapatkan dari hasil penggalian artefak. Mereka bahkan menyebut temuan tersebut sebagai tipu muslihat yang rumit.

Minimnya informasi mengenai penggalian itu dan miripnya objek tersebut dengan ponsel Nokia membuat banyak orang menyebutnya berita bohong alias hoax. Namun, kelompok pemburu UFO mengklaim penemuan itu sebagai bukti alien pernah mengunjungi bumi atau menjadi bukti perjalanan antarwaktu benar-benar ada.
Saluran YouTube Paranormal Crucible mengunggah video yang mengatakan "Apa ini? Apa ini bukti peradaban maju atau perjalanan antarwaktu?"

Sumber:http://m.republika.co.id/berita/internasional/global/15/12/31/o07pi4366-benda-mirip-ponsel-berumur-800-tahun-ditemukan-di-austria
Share:

Fans Page