This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 23 Desember 2015

Penemu Benua Amerika Ibnu Majid

Benarkah Colombus penemu benua Amerika ?? Sampai saat ini siapapaun berpendapat bahwa penemu benua Amerika ialah Colombus. Namun jauh sebelumnya, bahariwan muslim bernama Ibn Madjid (1432-1500) sudah terlebih dahulu menemukan “benua baru“ tersebut. Selama ini orang hanya tahu bahwa dalam pelayaran selama 30 hari pada tahun 1492, Christhoper Colombus lah yang menemukan benua Amerika. 


Ia menjelajahi laut Spanyol atas dukungan Raja Ferdinand. Nama Amerika sendiri diadopsi dari nama penjelajah Italia, Amerigo Vespucci, salah seorang sahabat Colombus dalam perjalanan yang mengisahkan penjelajahan laut tersebut, sehingga benua baru itu identik dengan namanya.

Namun, jauh sebelum Colombus angkat sauh - bahkan jauh sebelum Raja Ferdinand Isabella mengusir kaum muslimin dari Spanyol - sekelompok penjelajah muslim Andalusia telah menjejakan kaki di benua Amerika. Mereka berlayar dari Spanyol ke arah barat selama 12 hari mengarungi Samudera Atlantik.

Mereka tidak menemukan apa-apa, kecuali biri-biri yang berdaging pahit sehingga tidak bisa dimakan. Mereka lalu membelokan armada ke arah selatan dengan pelayaran selama 12 hari, hingga mendapati sebuah pulau berpenghuni dan menemui penguasa pulau tersebut. Mereka diyakini telah sampai di Amerika Tengah, dan bertemu dengan suku Indian yang sudah ribuan tahun menghuni Amerika. Kisah perjalanan ini ditulis oleh para ahli ilmu bumi seperti Sulaiman Al-Mahiri, Syarif Al-Idrisi, Ibn Majid, Al Balkhi, Hajji Khalifa, Ibn Khurradabih.

Dalam Kitab Dairat al-Ma’arif al-Faransa (Ensiklopedi Perancis) disebutkan, sebelum menjelajahi Amerika, Colombus mempelajari buku-buku geografi karya para ilmuwan muslim di zaman keemasan Islam Andalusia dalam masa pemerintahan Dinasti Bani Ahmar - penguasa muslim terakhir di Spanyol. Ketika itulah koleksi puluhan ribu buku di perpustakaan besar jatuh ke tangan mereka. Karya-karya inilah yang di baca oleh Colombus, dan mengilhaminya tentang “dunia baru”

Tak bisa dipungkiri, jasa para bahariwan muslim dalam proses penemuan benua Amerika sangat besar. Selain menyumbangkan karya-karya geografi tentang Amerika yang di tulis pada Abad Pertengahan, mereka juga menjadi pemandu bagi armada Spanyol dan Portugal. Sebagian kaum muslimin di Amerika sekarang diyakini merupakan keturunan para pemandu tersebut.

Salah seorang bahariwan dan penjelajah muslim itu adalah Ibn Madjid, pakar geografi dan navigasi. Nama lengkap ialah Syahibuddin Ahmad bin Madjid bin Amr ad-Duwaik bin Yusuf bin Hasan bin Husain bin Abi Ma’lak as-Sa’di bin Abi ar-Raka’ib an-Najdi (1432M-1500M) Keluarganya berasal dari Gurun Nejd, Yaman. Tradisi kebaharian sudah mendarah daging sejak kakek moyangnya.

Ia pernah dipercaya sebagai pemandu bagi armada Vasco da Gama ketika berkayar dari Afrika ke India, 1497 M. Rutenya, dari Samudera Hindia menyeberangi laut Abessyinia,terus ke Mozambik, mengitari Tanjung Harapan dan Samuderas Atlantik, masuk ke laut Tengah lewat Selat Gibraltar.

Ibn Madjid dan Vasco da Gama

Sejak kecil ia sudah sering mengikuti pelayaran ayahandanya di Laut Merah – sempat merintis penulisan buku tentang navigasi berjudul al-Hijaziyya, membahas kondisi laut sekitar Hejaz.

Ketika beranjak dewasa, ia berlayar bersama kawan-kawannya dari Laut Merah sampai ke Samudera Hindia. Ia juga sempat menulis beberapa catatan mengenai pelayaran itu, yang kelak menjadi pedoman bagi para pelaut sesudahnya.

Ibn Madjid cukup produktif menulis buku-buku yang berkaitan dengan pelayaran. Sebelum Ibn Madjid mengungkapkan pengalamannya, hanya sedikit pelaut Arabyang berani mengarungi Laut Merah, pantai timur Afrika, hingga pantai tenggara Afrika atau Sofala dekat Madagaskar, karena takut tersesat karena ketiadaan navigasi.

Ibn Madjid pula yang menciptakan kompas dengan 32 mata angin yang jauh lebih detail dari pada kompas buatan orang Mesir dan Maroko kala itu. Kompas Ibn Madijd akhirnya dikenal sebagai bentuk awal kompas modern.

Beberapa karya besar Ibn Madjid antara lain,

  1. Al-Fawaid fi Usul’ilm al-Bahr wa al-Qawaiid (Pedoman Dasar Ilmu Kelautan) yang lebih dikenal dengan sebutan al –Fawaid
  2. Hawiyah al-Ikhtishar fi Usul ilm al-Bihar (Rangkuman Ilmu Kelautan)
  3. Al-Urjuza (Navigasi Teluk Aden)
  4. Qiblat al-Islam fi Jani’ad-Dunya (Arah Kiblat yang tepat untuk Shalat)
  5. Urjuzat Barral Arab fi Khalij Fars (Navigasi Sepanjang Pantai Arabia)
  6. Sal-Qashidah al-Ba’iyya (Penyelidikan Kedalaman Laut dan Isinya)
Kitab al-Fawaid memuat gambaran 28 posisi bulan dan bintang –bintang yang di hubungkan dengan 38 titik dalam kompas, rute perjalanan di Samudera Hindia dan peta beberapa pelabuhan. Ada juga peta hampir seluruh daratan yang dijelajahinya, seperti Arab, Madagaskar, Sumatera, Jawa, Taiwan, Srilanka, Zanzibar, Bahrain, Juga memuat penelitian tentang pantai Asia dan Afrika, penjelasan tentang musim yang mana untuk berlayar, dan peta Laut Merah yang cukup detailtermasuk yang dangkal dan berkarang.

Menurut Ibn Madjid, studi astronomi dan geografi merupakan prasyarat utama bagi mereka yang ingin menjdi navigator sejati.

Sumber: https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=357058614370924&id=312824002127719


Share:

Kapan Yesus Dilahirkan ?? | Anda Perlu Tahu

Ditengah silang pendapat mengenai boleh tidaknya kita mengucapkan Selamat Hari Natal untuk umat Kristiani,benarkahYesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember ?

foto (https://id.wikibooks.org/wiki/Natal/Kelahiran_Yesus_Kristus)

Berikut pernyataan yang saya kutip dari situs jw.org

Alkitab tidak memberi tahu tanggal kelahiran Yesus atau menyuruh kita memperingati hari kelahirannya. Cyclopedia karya McClintock dan Strong menyatakan, "Perayaan Natal bukan suatu ketetapan ilahi, juga tidak berasal dari PB [Perjanjian Baru]."

Malah, dengan menyelidiki sejarah Natal, kita akan mengetahui bahwa Natal berasal dari ritual kekafiran. Alkitab memperlihatkan bahwa kita menyakiti hati Allah jika kita menyembah Dia dengan cara yang tidak Ia sukai.—Keluaran 32:5-7. 

Sejarah berbagai kebiasaan Natal
  1. Merayakan hari kelahiran Yesus: "Orang Kristen masa awal tidak merayakan kelahiran [Yesus] karena mereka menganggap perayaan kelahiran sebagai kebiasaan kafir."—The World Book Encyclopedia.
  2. Tanggal 25 Desember: Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Yesus lahir pada tanggal ini. Para bapak gereja kemungkinan besar memilih tanggal ini agar bertepatan dengan perayaan kafir yang diadakan pada periode titik balik matahari di musim dingin.
  3. Bertukar hadiah dan berpesta: The Encyclopedia Americana mengatakan, "Saturnalia, sebuah pesta Romawi yang dirayakan pada pertengahan Desember, menjadi pola untuk banyak kebiasaan Natal yang meriah. Misalnya, dari perayaan ini muncullah pesta pora, pemberian hadiah, dan penyalaan lilin." Encyclopædia Britannica menyatakan bahwa ”"segala pekerjaan dan bisnis dihentikan"” selama Saturnalia.
  4. Lampu-lampu Natal: Menurut The Encyclopedia of Religion, masyarakat Eropa menghiasi rumah mereka "dengan lampu-lampu dan berbagai jenis tumbuhan hijau abadi" untuk merayakan titik balik matahari di musim dingin dan untuk melawan roh jahat.
  5. Tanaman mistletoe dan holly: Kedua tanaman ini biasa digunakan dalam dekorasi Natal. "Kaum Druid khususnya memercayai bahwa mistletoe memiliki kekuatan gaib. Holly, yang termasuk tumbuhan hijau abadi, disembah sebagai jaminan kembalinya matahari."—The Encyclopedia Americana.
  6. Pohon Natal: "Penyembahan pohon, yang lazim di kalangan orang kafir Eropa, masih dijalankan setelah mereka masuk Kristen." Misalnya, itu terlihat dari kebiasaan "menempatkan pohon Yule pada pintu masuk atau di dalam rumah selama hari raya pertengahan musim dingin".—Encyclopædia Britannica.

Waktu Kelahiran Yesus

Alkitab tidak memberitahukan kapan persisnya Yesus Kristus lahir, seperti yang ditunjukkan berbagai karya referensi berikut:
 
  "Tanggal lahir Kristus yang sebenarnya tidak diketahui."—New Catholic Encyclopedia.

   "Tanggal persisnya kelahiran Kristus tidak diketahui."—Encyclopedia of Early Christianity.

Walaupun tidak langsung menjawab pertanyaan, ’Kapan Yesus dilahirkan?’, Alkitab menyebutkan dua peristiwa menjelang kelahiran Yesus yang menuntun pada kesimpulan bahwa ia tidak lahir pada 25 Desember.

Bukan pada musim dingin
  1. Pendaftaran penduduk. Tidak lama sebelum kelahiran Yesus, Kaisar Agustus mengeluarkan ketetapan "agar seluruh bumi yang berpenduduk didaftar". Setiap orang harus mendaftar di "kotanya sendiri", sehingga mereka mungkin harus mengadakan perjalanan selama seminggu atau lebih. (Lukas 2:1-3) Ketetapan itu, mungkin untuk keperluan pajak dan militer, tidak disukai rakyat. Jadi, Agustus kemungkinan besar tidak akan menambah kekesalan rakyat dengan memaksa mereka mengadakan perjalanan jauh selama musim dingin.
  2. Kawanan domba. Para gembala "tinggal di tempat terbuka dan sedang menjalankan giliran jaga atas kawanan mereka pada waktu malam". (Lukas 2:8) Buku Daily Life in the Time of Jesus mengatakan bahwa kawanan domba berada di luar dari "minggu sebelum Paskah [akhir Maret]" sampai pertengahan November. Buku itu juga mengatakan, "Mereka melewatkan musim dingin di dalam kandang; dan dari sini saja nyata bahwa tanggal tradisional untuk Natal, yaitu pada musim dingin, tidak mungkin benar, mengingat Injil mengatakan bahwa para gembala berada di padang."
Dari pernyataan-pernyataan diatas jelaslah bahwa 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus. Semoga bermanfaat.


Share:

Fans Page