This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 13 September 2015

Karakter Orang Banyumas

Karakter orang Banyumas merupakan bidang kajian sejarah mentalitas yang secara luas menjadi bagian sejarah intelektual. Sejarah intelektual berkaitan dengan fakta mental yang menyangkut semua fakta yang terjadi pada jiwa, pikiran, atau kesadaran manusia.

Fakta tersebut bersumber pada ekspresi yang terjadi dalam mental orang. Mentalitas sebagai suatu kompleksitas sifat-sifat sekelompok manusia menonjolkan karakter tertentu yang diwujudkan pada sikap atau gaya hidup tertentu. Pemahaman terhadap karakter masyarakat atau tokoh tertentu harus dilihat dari konteks budaya yang melatarbelakanginya karena karakter pada hakikatnya adalah identitas dari suatu masyarakat yang lazim berkaitan dengan kepribadian, misalnya bujuk Mataram, umuk Sala, gertak blakasuta Banyumas. 


Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap karakteristik orang-orang Banyumas yang terdapat pada teks-teks babad yang berasal dari Banyumas atau dari luar. Di samping itu, pepatah-pepatah atau tradisi yang tampak pada masyarakat Banyumas juga dijadikan sumber.

Dari hasil penelitian yang ditulis oleh Sugeng Priyadi (dosen program studi sejarah FKIP, Universitas Muhamadiyah Purwokwrto) dalam bukunya menjelaskan.

Bahwa beberapa karakter orang banyumas adalah:

Mencari kejayaan dan keemasan

Banyumas adalah daerah tujuan baru untuk mencapai zaman kejayaan atau zaman keemasan kembali trah Wirasaba. Hal itu bisa dijelaskan bahwa perputaran kosmos sama halnya dengan siklus caturyuga. Jatuhnya Wirasaba yang disebabkan oleh Toyareka adalah zaman kehancuran atau Kaliyuga dan Warga Utama II adalah pembangun kembali Wirasaba yang telah hancur itu sehingga akan muncul zaman Kertayuga. Kertayuga adalah zaman yang serba makmur dan adil. Di situ, tidak ada kejahatan sama sekali. Kehidupan rakyat tata, titi, tentrem, tur kerta raharja.

Prinsip kehidupan zaman Kertayuga inilah yang dituju oleh pendiri Banyumas. Dengan demikian, Toyareka adalah simbol zaman kehancuran, sedangkan Banyumas merupakan simbol zaman kejayaan atau zaman keemasan. Di sini, kiranya juga ada prinsip hijrah yang diyakini oleh manusia Banyumas sebagai pembuka pintu kejayaan yang akan ditemukan di tempat lain.

Suka memberontak

Sejarah Banyumas mengindikasikan bahwa dari Banyumas selalu lahir para pemberontak. Jadi, orang Banyumas pada hakikatnya suka memberontak atau dengan kata lain memiliki kekritisan kepada pihak penguasa.

Babad Tanah Jawi mencatat paling tidak ada empat orang pemberontak dari Banyumas, yaitu Saradenta-Saradenti, Raja Namrud, dan Ki Bocor. Serat Babad Kaliwungu atau Syair Perang Kaliwungu mengunggulkan Secayuda atau Raja Darap Maolana Mahribi atau Abdul Kadir, sedangkan Babad Kebumen atau Babad Arumbinangan menggambarkan dua orang bersaudara yang menjadi pemberontak dari Gunung Slamet yang bernama Damarmaya dan Mayadarma. Di Jawa Barat, ada seorang tokoh yang bernama Dipati Ukur yang oleh orang Sunda dianggap sebagai pahlawannya yang memberontak kepada raja Mataram. Namun, anehnya lagi, Dipati Ukur menurut naskah Sunda juga dikatakan sebagai keturunan orang-orang Banyumas dari kerajaan Jambu Karang. Lebih aneh lagi, Kyai Wirakusuma, putra Ki Ageng Gumelem, yang berjasa memadamkan pemberontakan Dipati Ukur juga balik melawan Mataram. Kyai Wirakusuma merasa tidak puas karena jasanya itu tidak dihargai secara layak. Keberanian Wirakusuma itu harus ditebus dengan hukuman mati.

Manusia Banyumas menjadi pemberontak karena mereka hidup di luar lingkaran patron, baik Jawa maupun Sunda. Maka dari itu, budaya manusia Banyumas adalah budaya marginal atau budaya tanggung. Artinya, kejawaan atau kesundaannya tidak mendalam. Bahasa Jawa dan Sunda sebagai salah satu unsur budaya telah mengalami pergeseran. Kedua bahasa itu mengenal tingkatan atau strata. Di lain pihak, bahasa dialek Banyumasan masih bertahan dalam kekunaannya. Orang Banyumas yang merasa keturunan raja Majapahit mempertahankan bahasa Jawa Pertengahan dari hegemoni bahasa dari dinasti Mataram Islam. Hal itu terbukti pada masyarakat Banyumas di pedesaan yang belum terkonta-minasi bahasa baku.

Bahasa Jawa Pertengahan berkembang dari masa akhir Majapahit tidak mengenal strata bahasa sehingga bahasa tersebut lebih egaliterian daripada bahasa Jawa baku. Bahasa Jawa Pertengahan merupakan nenek-moyang bahasa dialek Banyumasan yang dikenal sekarang. Manusia marginal biasanya hidup di dalam kebebasan budaya. Ekspresi budaya marginal sifatnya lebih khas, lebih bebas, apa adanya, kasar, dan terkesan urakan. Dilihat dari sisi keraton, budaya marginal adalah budaya yang kasar sehingga apabila diadopsi oleh keraton, maka budaya itu harus ada penghalusan dan pengemasan agar terkesan adiluhung dan lebih bergengsi.

Budaya marginal adalah fitrah bagi masyarakat Banyumas yanag selalu kritis dan mampu serta mau memberikan penilaian lain terhadap penguasa, baik di tingkat pusat maupun lokal.

Sering konflik

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam masyarakat Banyumas ditemukan banyaknya konflik antarkelompok atau antarkeluarga yang wilayahnya bisa antardesa di dalam satu kecamatan, antardesa yang berasal dari dua kecamatan yang berbeda, antardesa yang berada didua kabupaten. Wilayah konflik itu kemungkinan dahulu tidak dipisahkan secara administratif politik seperti sekarang. Realitas tersebut amat mencolok, terutama pada masyarakat Banyumas yang tinggal di seelah utara atau barat Sungai Serayu.

Sebab-sebab munculnya konflik bermacam-macam, entah masalah perkawinan, entah adu kesaktian, entah tuduhan kepada pihak lain melakukan kecurangan, entah kasus pembunuhan, entah fitnah, entah curiga, entah persaingan keluarga, atau tenung, dll.

Suka bekerja keras

Ada anggapan bahwa generasi tua merasa lebih berpengalaman bila dibandingkan dengan generasi muda. Seringkali, orang-orang tua member contoh pengalaman hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan keprihatinan sehingga kehidupan mereka jauh lebih baik dan berarti di masa kini. Mereka meluncurkan suatu ungkapan yang umum kita dengar, yakni sikil nggo endhas, endhas nggo sikil. Ungkapan tersebut merupakan symbol kerja keras manusia Banyumas dalam segala tantangan kehidupan. Di situ, ada dua anggota tubuh manusia yang dipakai sebagai simbol, yaitu kaki dan kepala. masyarakat egaliter,

Bagi orang Banyumas, seseorang jauh lebih dihargai dalam pergaulan sehari-hari apabila ia menegur lawan bicara dengan menyebut namanya. Orang Banyumas kadang-kadang tidak memperhatikan sebutan yang erat dengan status sosial. Asalkan ia mengenal dengan baik nama orang itu, maka ia berperilaku penuh dengan keakraban. Hal itu tampak dalam kehidupan sehari-hari. Orang menyebut dengan inyong untuk dirinya sendiri dan ko, kono, dan kowe, atau rika untuk orang lain. Kampanye bahasa Jawa baku memang diintensifkan oleh raja-raja Jawa Tengah selatan terhadap kalangan elite tradisional.

Orang-orang bebas

Jika kita mengamati kehidupan orang-orang Banyumas, maka tampaklah bahwa mereka adalah orang-orang bebas dalam kehidupan yang sesungguhnya. Kebebasan yang tercermin dalam pergaulan sehari-hari, misalnya mereka berbicara cowag yang kesannya seperti orang-orang yang sedang bertengkar. Kesan itu timbul pada orang-orang luar yang baru datang ke daerah Banyumas sehingga mereka sering terkecoh. Padahal, pembicaraan seperti itu merupakan suatu hal yang sangat biasa. Berbicara dengan nada cowag tadi memang salah satu ciri khas orang Banyumas. Nada lemah-lembut dalam percakapan bahasa Jawa baku tidak bisa terjiwai oleh masyarakat Banyumas. Agaknya fitrah kecowagan manusia Banyumas telah ada sejak ratusan tahun yang lalu setua dengan terciptanya komunitas Banyumas. Memang hal itu tidak dapat dilepaskan dengan bahasa ibu mereka yang cenderung reyang. Agaknya bahasa dialek Banyumasan yang diwariskan nenek-moyang mereka sangat akrab dengan pola kecowagan orang Banyumas.

Orang-orang vulgar

Rupanya orang Banyumas termasuk orang-orang yang suka blagblagan. Artinya, mereka sangat terbuka dalam membicarakan segala sesuatu.

Budaya afirmatif dan budaya kritis

Orang Banyumas ternyata memiliki dua kutub karakter yang bertolak belakang. Di satu sisi, orang cenderung afirmatif terhadap pihak penguasa dan di sisi lain sangat kritis

Kesimpulan

Nama Banyumas menunjukkan kepada suatu karakter manusia Banyumas yang selalu berusaha mencapai kejayaan atau meraih masa keemasan. Prinsip hijrah amat mendukung upaya tersebut. Di samping itu, karakter lain yang menonjol adalah suka memberontak terhadap para penguasa dan juga sering konflik di antara mereka sendiri sehingga muncul daerah-daerah pantangan nikah di Banyumas. Masyarakat Banyumas dengan bersendikan bahasa dialek Banyumasan telah membangun budaya egaliter, yaitu mengakui kesepadanan antara anggota warganya.

Hal itu berpengaruh pada cara bicara orang Banyumas yang terlalu bebas sehingga kesan yang tampak adalah orang Banyumas itu kasar. Kebebasan tadi agaknya juga terkait dengan kevulgaran orang Banyumas dalam membicarakan masalah seks. Hal lain yang menarik dari manusia Banyumas adalah munculnya budaya afirmatif dan budaya kritis. Kedua budaya tersebut secara langsung melahirkan budaya kambing hitam yang tidak mungkin dihapuskan dalam penulisan sejarah. (goes)


Share:

Aplikasi Pengolah Kata

Pengertian aplikasi pengolaH kata atau (word processor) adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menghasilkan dokumen siap cetak. Program aplikasi komputer ini dapat membantu kegiatan penulisan dokumen. Pengguna aplikasi pegolah kata dapat membuat, menyunting, memformat, mencetak dan mencetak dokumen yang dibuat pada aplikasi tersebut. 

 
 

Jenis-jenis Aplikasi pengolah kata
  1. Microsoft Word&nbsp

    Microsoft Word atau yang sering disingkat dengan MS Word merupakan program aplikasi pengolah kata yang sangat populer. Aplikasi ini dikembangkan oleh perusahaan perangkat lunak terbesar didunia yaitu, Microsoft Corporation. Microsoft Word berada dalam satu paket Microsoft Office. Pada paket tersebut terdapat juga program pengolah kata lainnya seperti, Microsoft Excel, Microsoft PowerPoint.

  2. Open Office Writer

    Open Office Writer merupakan aplikasi pengolah yang diproduksi oleh Sun Microsystems, didistribusikan bersama paket aplikasi perkantoran OpenOffice. Selain pengolah kata Writer, dalam dalam paket aplikasi tersebutterdapat aplikasi Calc (pengolah angka), Impress (pengolah presentasi), Base (pengolah basis data), dan drawing (pengolah gambar). Paket aplikasi OpenOffice mempunyai kemampuan hamper sama dengan Microsoft office.

    Kelebihan dibanding dengan Microsoft Office sebagai berikut:

    • Gratis, sehingga dapat digunakan tanpa harus membayar license
    • File yang dihasilkan tidak mudah terserang virus 
    • Dapat digunakan untuk membuka dan mengedit document yang diolahmelalui Microsoft word
    • Kode sumbernya bersifat open source (terbuka)
    • Fasilitasnya terus dikembangkan oleh komunitas open source diseluruh dunia

  3. StarOffice Writer

    StarOffice merupakan aplikasi pengolah kata yang merupakan bagian dari paket aplikasi StarOffice. Pengolah kata ini dapat berjalan pada berbagai system operasi termasuk Windows, Solaris, dan Unix. StarOffice juga memiliki fitur word completion mechanismyang dapat digunakan untuk melengkapisebuah kata sebelum kata itu selesai diketik seluruhnya. Tetapi aplikasi ini tidak dilengkapi dengan mode tampilan Normal View dan fasilitas pengecekan tata bahasa (grammar checker).

  4. Lotus Word Pro

    Lotus Word Pro merupakan pengolah kata buatan Lotus Software milik IBM. Pengolah kata ini merupakan bagian dari paket aplikasi Lotus SmartSuite. Lotus Word Pro dirancang untuk berjalan pada sistim operasi Microsoft Windows dan IBM OS/2 Warp. Lotus Word Pro dapat untuk mengedit dokumen yang diolah dengan Microsoft Word, demikian juga sebaliknya.

  5.  Corel WordPerfect

    Corel WordPerfect adalah pengolah kata yang merupakan bagian dari paketaplikasi WordPerfect Office. Pengolah kata ini dapat digunakan pada system operasi Windows. Dokumenyang dibuat memiliki extensi wpd. Seperti halnya pengolah kata lainnya WrdPerfect dapat digunakan untuk membuka dan mengedit dokumen yang dibuat menggunakan Microsoft Word. Kelebihan dari Corel WordPerfect terletak pada tampilan dan kemempuannya yang mirip dengan Microsoft Word, sementara harganya lebih murah. Akan tetapi pengolah kata ini membutuhkan perangkat keras dengan kemampuan tinggi sehingga peengguna tidak sebanyak Microsoft Word.

  6. Apple iWork Pages

    Apple iWork merupakan paket aplikasi perkantoran yang dibuat Apple Corporation untuk system oparasi Mac OS X. Didalam paket aplikasi ini terdapat pengolah kata pages. Pagesdapat digunakan untuk membuka dan mengedit dokumen yang dibuat dengan menggunakan Microsoft Word. Dan juga dapat membuka dokumen dengan format doc, rtf, dan txt. Apple iWork ini juga dapat mengeksport dokumen ke format doc dan pdf.

  7. WordPad

    WordPad ini merupakan aplikasi pengolah kata sederhana buatan Microsoft Corporation. Aplikasi ini didistribusikan bersama dengan system operasi Windows. WordPad ini otomatis terpasang pada system computer ketika seseorang menginstalsistim operasi Windows. Dokumen yang dibuat aplikasi WordPad ini menghasilkan format rtf,namun demikian aplikasi ini mampu mengenali beberapa tipe document dari aplikasi lain seperti format txt, doc, dan wri.(goes)

Share:

Fans Page